GOSIPGARUT.ID — Suasana Idul Adha 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al Yumna, Leuweunggaha, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, terasa penuh kehangatan, Rabu (27/5/2026). Tidak hanya dirasakan para santri dan pengasuh pesantren, kebahagiaan hari raya kurban juga menyebar kepada ratusan warga sekitar yang menerima pembagian daging kurban.
Tahun ini, Pondok Pesantren Al Yumna menyembelih empat ekor sapi dan dua ekor kambing yang berasal dari para sohibul kurban, termasuk donatur yang bermukim di Singapura. Hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada santri, guru, serta masyarakat sekitar pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Yumna, Iip Malik, mengatakan bahwa Idul Adha tahun ini memiliki makna tersendiri bagi pihak pesantren. Selain menjadi momentum ibadah, perayaan kurban juga menjadi pengingat pentingnya menjaga amanah dan berbagi manfaat kepada sesama.
“Makna Idul Kurban 1447 H adalah meneladani Nabi Ibrahim dengan keteguhan akidah, totalitas dalam ibadah, dan pengorbanan. Tahun ini terasa lebih bermakna karena sejak 2018 ada yang menitipkan hewan kurban ke Pondok Al Yumna untuk dikelola dan dibagikan kepada masyarakat sekitar, para guru, dan santri,” ujar Iip Malik.
Menurut dia, kepercayaan dari para sohibul kurban yang berada di luar negeri, khususnya Singapura, terus terjaga hingga kini meskipun jumlah hewan kurban yang dititipkan mengalami pasang surut setiap tahun. Bahkan, saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu, kegiatan kurban di pesantren tersebut tetap berjalan.
“Sudah lebih dari delapan tahun amanah itu dititipkan kepada kami. Ada suka dan duka, ada tantangan juga. Kadang jumlah hewan kurban naik turun, tetapi hikmahnya kami selalu berniat menebar manfaat untuk semua orang,” katanya.
Pelaksanaan Idul Adha di lingkungan pesantren diawali dengan salat Id yang dipimpin Imam dan khotib, Wahab Nurjaman. Setelah itu, panitia bersama santri dan warga bergotong royong melakukan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Panitia Idul Kurban DKM Masjid Hajarah Tahar Al Yumna kemudian membagikan ratusan bingkisan daging kepada masyarakat sekitar. Warga tampak antusias dan bersyukur menerima pembagian daging yang rutin dilakukan setiap tahun tersebut.
Bagi Iip Malik, esensi Idul Adha sejatinya tidak berhenti pada seremoni penyembelihan hewan kurban semata. Ia menilai semangat berbagi kebahagiaan seharusnya terus hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Perayaan Idul Kurban memang puncaknya berbagi kebahagiaan, tetapi sejatinya berbagi itu jangan hanya setahun sekali. Setiap hari ada peluang untuk membahagiakan orang lain. Manusia yang dicintai Allah adalah yang memberi manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, pihak panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Mereka berharap amanah dari para sohibul kurban dapat terus dijaga dan memberi keberkahan bagi semua pihak.
“Makna Idul Kurban adalah menjaga amanah. Kami berterima kasih kepada seluruh sohibul kurban di mana pun berada. Semoga Allah membalas setiap pengorbanan dan mengampuni dosa-dosa kita semua,” pungkas Iip Malik. ***



.png)




























