GOSIPGARUT.ID — Kesibukan mencari penumpang tak membuat para sopir angkutan pedesaan (angdes) di jalur Samarang–Pasirwangi, Kabupaten Garut, melupakan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap Jumat, mereka turun langsung membersihkan ruas jalan yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas angkutan umum dan masyarakat.
Kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) itu dilakukan secara rutin oleh Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Samarang–Pasirwangi bersama KKSU Organda 09 angkutan kota jurusan Samarang. Aksi gotong royong tersebut juga melibatkan unsur Forkopimcam Kecamatan Samarang dan Pasirwangi, serta pemerintah desa setempat.
Ketua KKSU Samarang–Pasirwangi, Moch. Yopi Nurdiansyah, mengatakan kegiatan itu lahir dari kesadaran para sopir untuk menjaga lingkungan jalan yang setiap hari mereka lalui.
“Kami para sopir angdes rutin melaksanakan jumsih setiap hari Jumat di jalur angkutan. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” ujar Yopi, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga membangun rasa kebersamaan antara sopir angkutan, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para sopir membersihkan bahu jalan, saluran air, hingga titik-titik yang kerap menjadi tempat penumpukan sampah. Sejumlah wilayah yang menjadi fokus kegiatan berada di kawasan Kecamatan Samarang dan Pasirwangi, termasuk Desa Banjarsari dan Desa Sirnasari.
Yopi menyebut kolaborasi lintas unsur menjadi kekuatan utama agar kegiatan sosial tersebut dapat berjalan konsisten.
“Kami bersinergi dengan KKSU 09 angkutan kota dan stakeholder desa. Harapannya, kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan pemerintah karena ini murni bentuk kepedulian para pengurus dan driver terhadap lingkungan jalan,” katanya.
Ketua KKSU 09 angkutan kota jurusan Samarang, Muhamad Herdiyanto, menambahkan para sopir angkutan umum memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, menurut dia, menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sopir angkutan bukan hanya bekerja di jalan, tetapi juga ikut menjaga lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Herdiyanto.
Kegiatan Jumsih rutin tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Selain membuat lingkungan lebih bersih, kehadiran para sopir yang ikut bergotong royong dinilai menjadi contoh sederhana tentang pentingnya menjaga fasilitas umum secara bersama-sama. ***



.png)








