GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut yang mencapai 5,9 persen pada 2025. Melalui pelatihan vokasi, pemerintah daerah berharap lahir tenaga kerja yang lebih kompeten untuk mendukung sektor-sektor unggulan, terutama pertanian dan pariwisata.
Hal itu disampaikan Syakur saat menghadiri Kuliah Umum Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch 3 (Kloter 4) Tahun Anggaran 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Selasa (4/8/2026).
Menurut Syakur, pertumbuhan ekonomi Garut yang terus terjaga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kita lihat secara umum bahwa Garut itu adalah kabupaten yang pertumbuhan ekonominya tahun 2025 mencapai 5,9 persen. Ada dua sektor yang berpengaruh terhadap ekonomi, yang pertama sektor pertanian dan yang kedua sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara optimal untuk menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan kompetensi yang lebih baik, lulusan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peluang kerja maupun usaha mandiri.
Syakur menilai, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Menurutnya, keberhasilan daerah juga ditentukan oleh kesiapan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar kerja dan kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan peluang kerja bagi lulusan pelatihan vokasi cukup besar. Salah satunya berasal dari meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan, restoran, dan jasa yang berkembang seiring pertumbuhan pariwisata Garut.
“Barista terbuka lebar di Kabupaten Garut, ada hotel, restoran, dan sebagainya. Sehingga BPVP ini tidak hanya sebagai pajangan di rumah, tetapi sebagai wadah peningkatan kompetensi,” kata Gania.
Ia mengungkapkan, Disnakertrans Garut juga memperkuat kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Sejumlah perusahaan, seperti PT Tactical dan Cardinal, telah dijajaki sebagai mitra penempatan lulusan pelatihan.
“Jika sudah jelas penempatannya maka Pak Iman memberikan alokasi 1.500 tenaga kerja yang dilatih dengan catatan setelah dilatih mampu ditempatkan. Mudah-mudahan ini bisa tercapai,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disnakertrans Garut memilih memperluas kolaborasi dengan tiga balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan. Kerja sama tersebut memungkinkan Kabupaten Garut memperoleh sejumlah paket pelatihan yang akan dilaksanakan selama Agustus hingga Desember 2026.
Selain pelatihan di bidang pertanian dan perikanan, pemerintah juga akan membuka pelatihan pengolahan sampah, perhotelan, dan berbagai bidang lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha serta industri.
“Nah ini kenapa kami sampaikan, jadi kepada adik-adik dan saudara sekalian yang hadir di sini tolong bisa disampaikan ke semua pihak bahwa sebentar lagi akan dibuka pelatihan seperti ini. Hanya tempatnya akan di Kabupaten Garut,” tutur Gania.
Sebanyak 412 peserta asal Kabupaten Garut mengikuti pelatihan vokasi ini. Mereka akan dibekali berbagai keterampilan, mulai dari barista kopi, budidaya kopi, pengolahan hasil perikanan, hingga vokasi agroforestri. ***



.png)





















