GOSIPGARUT.ID — Meski banyak warga yang melakukan kerja di rumah selama lebih dari dua bulan, jumlah kehamilan di Kabupaten Garut di masa pandemi corona masih normal atau tak mengalami lonjakan.
“Data yang masuk ke saya sampai bulan April saja, hanya 25 ribu sampai 26 ribu kehamilan. Jumlah itu sejak awal tahun ini. Jadi masih normal,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Garut, Toni T Somantri, Jum’at (15/5/2020).
Ia menjelaskan, di masa pandemi banyak peserta KB yang tak terlayani. Pasalnya Puskesmas fokus untuk melayani kasus Covid-19. “Kami juga berupaya agar tidak banyak peserta KB yang keluar. Biar bisa menjaga angka kehamilan juga,” ujar Toni.
Menurut dia, biasanya petugas Puskesmas bisa melayani puluhan peserta KB dalam sehari. Mulai dari KB implant, suntik, atau MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang. Sejak pandemi corona, petugas hanya bisa melayani sampai 10 orang. (Trbn)



.png)











