oleh

Musda Golkar Jabar, Kader Puji Pria Kelahiran Garut Sosok Kaya Pengalaman

GOSIPGARUT.ID — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat X, 1-2 Maret 2020 mendatang, dukungan terhadap pria kelahiran Garut, Ade Barkah Surachman, sebagai pengganti Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi semakin kuat.

Satu per satu kader mengungkapkan penilaiannya terhadap Ade Barkah yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar. Ade Barkah sendiri digadang-gadang berpeluang besar memimpin Partai Golkar Jabar periode 2020-2025. Terlebih, santer dikabarkan bahwa Ade Barkah akan terpilih secara aklamasi.

Selama ini, pria kelahiran Garut 25 Desember 1967 itu memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Dalam mengelola partai, dia juga lebih banyak di belakang layar. Siapapun pemimpinnya, Ade Barkah dikenal sebagai sosok yang sangat loyal.

Kini, Ade Barkah diharapkan tampil ke depan memimpin Partai Golkar Jabar. Permintaan yang mungkin sangat sulit ditolaknya. Selain karena dukungan kuat Dedi Mulyadi dan para senior Partai Golkar, juga karena desakan para kader Partai Golkar yang tersebar di Jabar.

Baca Juga:   Survey: Tiga Partai Ini yang Andalkan Kekuatan Figur dalam Gaet Pemilih

Kader Partai Golkar Jabar yang juga Ketua Partai DPD Golkar Kabupaten Karawang, Mulyono menilai, Ade Barkah sebagai sosok yang tidak pernah neko-neko selama bertugas sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar.

“Kang AB (Ade Barkah) gak pernah neko-neko (macam-macam) saat berkomunikasi dengan kami sebagai kader daerah. Selama ini, beliau jarang mau muncul ke permukaan, tapi beliau politisi yang kaya pengalaman. Dia juga seorang administratur partai yang baik dan mumpuni dalam tugas. Kami tentu mengharapkan karakter Kang AB ditiru oleh kader Golkar Jawa Barat,” tegas Mulyono, Jumat (28/2/2020).

Ia mengaku, memiliki pengamalan unik saat pertama kali bertemu dengan Ade Barkah. Dia bercerita, saat mengurus Surat Keputusan (SK) Pengurus DPD Golkar Karawang, dirinya berkesempatan mengobrol dengan Ade Barkah di sebuah warung kopi. Ketika ditawari untuk makan di rumah makan terkenal, Ade Barat menolak secara halus.

“Padahal, di pinggir warung kopi dekat jalan raya itu ada rumah makan. Saya tawari beliau saat itu. Tetapi kata beliau, sudah saja di sini ngobrolnya sambil lihat kendaraan lalu-lalang. Akhirnya, sesekali obrolan kami terhenti karena suara bising dari truk besar yang lewat,” kenang Mulyono.

Baca Juga:   Capres/Cawapres Prabowo dan Sandiaga Uno Temui Pendukungnya di Garut

Menurut dia, selain sikap sederhana, Ade pun memiliki jam terbang politik yang tidak bisa dianggap kecil. Pasalnya, konstelasi politik lokal dan regional Jabar sudah dikuasainya. Dia berkeyakinan, pengalaman politik itu dapat menjadi modal besar bagi Ade Barkah untuk memimpin Golkar Jabar.

“Pengalaman itu guru terbaik dalam kehidupan. Oleh partai dan pimpinan, Kang AB banyak mendapat tugas yang sangat strategis, termasuk mengawal sejumlah pilkada di seluruh Jabar. Itu menunjukan jam terbang politik beliau memang luar biasa. Pengalamannya itu tentu bisa dibagi kepada kami selaku kader,” ujar Mulyono.

Rekan seperjuangan Ade Barkah yang kini menjabat sebagai Plt Ketua DPD Golkar Indramayu, Sukim Nur Arif juga memiliki kesan sama. Menurut dia, Ade Barkah memiliki kemampuan menerjemahkan konsep ideologi partai ke dalam wilayah teknis. Kata Sukim, hal ini penting agar seluruh kader terarahkan secara ideologis dan teknis.

Baca Juga:   KPU Garut: Jumlah DPT Pemilu 2019 Berkurang 219 Orang

“Kalau bicara Kang AB, gak usah kita tinggi-tinggi memakai pisau analisis. Intinya begini, bahasa Kang AB adalah bahasa kader. Ini penting loh, kader harus memahami tujuan mendasar dari berpartai, bukan soal kekuasaan. Akan tetapi, ini soal identitas kekaryaan. Gak lucu juga kan kalau kita bicara tinggi banget tapi kader gak paham,” paparnya.

Sukim berkeyakinan, pengalaman Ade Barkah sebagai Sekretaris DPD Golkar Jabar akan diterapkan di periode kepemimpinan lima tahun ke depan. Pengalaman tersebut berkaitan dengan kebutuhan koordinasi antarlini partai dalam rangka eksekusi program.

“DPD Golkar Jabar dan DPD kabupaten/kota di bawahnya harus terkoordinasi dalam satu spirit ideologi. Selain itu, kita berkewajiban memahami ranah eksekusi ideologi itu melalui program teknis. Jangan sampai sisi teknis menegasikan tujuan ideologi kekaryaan dari Partai Golkar di Jawa Barat,” pungkasnya. (Sndn)

Komentar

Berita Terkait