GOSIPGARUT.ID — Sungguh memprihatinkan, kini banyak taman kota di wilayah Perkotaan Garut kondisinya kumuh, tidak terurus. Tanaman bunganya pun pada mati menyusul kemarau panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Uu Saepudin, mengatakan penyebab taman kota tidak terurus itu karena minimnya anggaran yang tersedia.
“Di wilayah perkotaan Garut terdapat 23 taman kota. Namun biaya pemeliharaan untuk satu tahun hanya Rp200 jutaan. Ya jelas sangat minim sekali. Maka pemeliharaan pun tidak maksimal sehingga taman taman itu tidak terurus dengan baik,” ujar mantan Kadis PUPR Garut itu.
Menurut Uu, anggaran sebesar itu jadinya hanya cukup untuk penyiraman tanaman saja, sedangkan bangunan fisik yang ada dilokasi taman tak bisa terpelihara Apalagi mengganti tanaman yang mati.
“Dengan anggaran sebesar itu hanya untuk penyiraman saja, tidak ada untuk tambal sulam mengganti tanaman yang mati misalnya,” kata dia.
Uu menuturkan, idealnya anggaran yang diperlukan untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas taman yang ada di seluruh titik itu sekitar Rp1 miliar.
“Kan fasilitas taman itu tidak hanya tanaman saja, unsur pendukungnya seperti ornamen ornaman sekitarnya juga harus dipelihara, keindahannya, dan kebagusannya juga harus dipertahankan,” ucapnya.
Adapun taman yang dibangun oleh pihak perusahaan dengan penyaluran dana CSR nya, lanjut Uu, itu hanya sebatas pembangunannya saja. Sedangkan pemeliharaanya dibebankan ke Dinas.
“Kalau harus diungkapkan mereka itu hanya pembangunannya saja, kalau pemeliharaanya kan jadi beban kita. Ya bagusnya mereka yang bangun mereka pula yang memeliharanya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, taman taman kota seperti di Jalan RSU Lintas Jembatan Maktal, Taman Bratayudha, dan lainnya kini kondisinya kumuh tak terawat. Bunga bunga yang ditaman dengan warna warni sebagian besar mati. (Pap Dindin)



.png)











