oleh

Tukang Tambal Ban Cantik di Garut Lulus Kuliah dengan IPK 3,8

GOSIPGARUT.ID — Irma Tri Resmiawati, perempuan asal Garut yang sempat viral lantaran bekerja sebagai tukang tambal ban, lulus kuliah dengan IPK 3,8.

Irma menyelesaikan kuliah Diploma 1 di Akademi Pariwisata Nasional Indonesia (Akparindo) Bandung. Meski mendapat nilai bagus, Irma tetap merendah.

“Alhamdulillah, kuliah lancar. Saya ambil D1 jurusan Perhotelan jadi hanya satu tahun. Tapi cukup berkesan,” ujar dia.

Pengalaman bisa berkuliah tersebut sangat berkesan bagi Irma. Sebab, ia yang berasal dari keluarga sederhana, sebelumnya bekerja sebagai tukang tambal ban.

Beasiswa yang didapat Irma untuk berkuliah diiringi dengan torehan prestasi. Dia menyelesaikan dua semester kuliah dalam waktu satu tahun. Dua semester tersebut mampu ia lewati dengan meraih rata-rata nilai tertinggi dari 15 mata kuliah.

Baca Juga:   Pengalaman Luar Biasa Septi Saat Jadi Anggota Paskibraka di Kampusnya

“Alhamdulillah dari 15 mata kuliah saya dapat 13 nilai A dan 2 nilai B,” kata Irma.

Selepas lulus kuliah, ia berniat untuk mewujudkan cita-citanya, yakni menjadi seorang pegawai di kapal pesiar. Bak gayung bersambut, kabarnya saat ini Irma tengah dibidik salah satu perusahaan penyedia jasa kapal pesiar untuk bekerja di sana.

“Kemarin sempat ikut marlin test (tes bahasa Inggris untuk pelaut) dan dapat nilai 94,” ujarnya.

Baca Juga:   Ada Wanita Cantik di Antara 10 Balon Kades Haurpanggung

Irma mengaku masih menambal ban saat dia pulang ke rumahnya di Jalan Raya KH Hasan Arief, Banyuresmi, Kabupaten Garut. “Masih menambal ban kalau pulang ke rumah,” katanya.

Irma Tri Resmiawati. (Foto: Istimewa)

Perempuan berusia 24 tahun itu menjelaskan, kendati kini sudah lulus kuliah dan segera bekerja di tempat lain, ia tetap ingin membantu kedua orang tuanya, terutama sang ayah, yang bekerja sebagai tukang tambal ban.

“Saya pikir setinggi apa pun pendidikanmu, kamu harus tahu dari mana kamu berasal. Tidak ada yang salah dengan membantu pekerjaan orang tua,” katanya.

Baca Juga:   Laras, Protokoler Muda Pemkab Garut yang Terwarisi Bakat "Public Speaking" dari Ibunya

Irma tengah menunggu untuk bekerja di salah satu perusahaan penyedia jasa kapal pesiar. Ia mengaku tak malu menambal ban lagi meski kini teman-temannya banyak dan pendidikannya semakin tinggi.

“Selama pekerjaan itu halal, tidak salah kan jika dijalani saja,” ucap Irma.

Foto-foto Irma sempat viral tahun lalu. Pada April 2018 lalu, foto seorang tukang tambal ban perempuan ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Soalnya, profesi tambal ban biasanya didominasi oleh kaum adam. Wajar karena pekerjaan menambal ban kerap kali kotor-kotoran. (dtc/Fj)

   

Komentar