Berita

Bukan Sulap, Bukan Sihir: Begini Cara 3 Desa di Cisewu Bisa Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo

×

Bukan Sulap, Bukan Sihir: Begini Cara 3 Desa di Cisewu Bisa Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Pamalayan H. Budi Rahmat (kiri) dengan Kepala Desa Karangsewu Asep Irawan.

GOSIPGARUT.ID — Tiga desa di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, sukses mencatat prestasi dengan masuk daftar 10 desa tercepat yang melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025. Desa Pamalayan, Nyalindung, dan Karangsewu tak hanya lunas lebih awal, tapi juga memamerkan strategi unik dalam memobilisasi warganya.

Kepala Desa Pamalayan, H. Budi Rahmat, menyebut ada dua kunci utama. Pertama, sosialisasi dilakukan sejak awal tahun sehingga warga sudah menyiapkan diri sebelum SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) turun. Kedua, budaya menabung untuk PBB ditanamkan di tingkat RW lewat kelompok PKK dan dasawisma.

“Begitu SPPT beredar, uang sudah terkumpul. Jadi tidak perlu menunggu Oktober atau November. Kesadaran warga kami sangat tinggi,” kata Budi, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga:   Percepatan Olah Lahan dan Tanam, Dinas Pertanian Garut Lakukan Pompanisasi

Selain itu, ada sanksi ringan tapi efektif: warga yang enggan membayar tidak akan diberikan SPPT. “Tapi sejauh ini masyarakat Pamalayan justru bersemangat karena sudah terbiasa menabung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangsewu, Asep Irawan, menekankan pentingnya memperkuat peran kolektor hingga tingkat RT dan RW. Menurutnya, penguatan di akar rumput membuat penarikan PBB lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga:   MAXY Academy dan LLDIKTI Wilayah II Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Berbasis Teknologi

“Sejak Karangsewu berdiri sendiri, baru kali ini kami meraih penghargaan desa lunas PBB sebelum jatuh tempo. Strateginya sederhana, tapi efektif,” jelas Asep.

Berkat strategi itu, ketiga desa diganjar hadiah televisi 32 inci. Desa Pamalayan bahkan pernah mendapat tambahan speaker aktif — penghargaan yang sudah mereka koleksi tujuh kali sejak 2017.

Baca Juga:   Pemukul Perawat Puskesmas Pameungpeuk Ditangkap Saat Bersembunyi di Rumah Keluarganya

“Kalau bisa, ke depan hadiahnya sepeda motor untuk kolektor PBB. Itu akan jauh lebih bermanfaat,” harap Budi.

Keberhasilan tiga desa ini menunjukkan bahwa kepatuhan pajak bukan semata soal target, melainkan hasil dari strategi cerdas, kedekatan sosial, dan konsistensi membangun kesadaran warga. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *