Berita

Tak Punya BPJS, Guru Honorer Sakit Stroke di Garut Butuh Bantuan Berobat

×

Tak Punya BPJS, Guru Honorer Sakit Stroke di Garut Butuh Bantuan Berobat

Sebarkan artikel ini
Seorang guru honorer terbaring di Rumah Sakit Dokter Slamet Kabupaten Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Seorang guru honorer Musliati (39) penderita sakit stroke di Kabupaten Garut mengharapkan bantuan karena kesulitan biaya untuk berobat dan tidak ikut serta dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ditanggung pemerintah. Akibatnya biaya pengobatan dibantu sesama guru dan saudaranya.

“Ibu sekarang dirawat di rumah sakit (RSUD) Dokter Slamet Garut, sudah seminggu,” kata anak Musliati, bernama Roni.

Ia menuturkan, ibunya baru pertama kali menderita sakit stroke, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis menggunakan jalur pelayanan umum atau bukan peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga:   Dipersoalkan Netizen, SD di Singajaya Akhirnya Bongkar Rangka Atap Albasiah

Musliati warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng itu, kata Roni, sudah mengabdikan diri menjadi guru SD Negeri 1 Tegalgede sejak 19 tahun lalu yang hingga saat ini tidak memiliki jaminan kesehatan seperti yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Sudah hampir 19 tahun menjadi guru honorer tidak pernah memiliki kartu BPJS Kesehatan. Untuk mengobati sakitnya harus meminta bantuan ke saudara,” ujar dia.

Baca Juga:   Guru Honorer Swasta Terancam, Dana Pendidikan Jabar 2026 Lebih Memihak Negeri

Roni mengatakan Musliati selama satu pekan terbaring tidak sadarkan diri karena penyakit yang dideritanya. Namun, setelah menjalani perawatan kondisinya mulai membaik.

“Sekarang alhamdulillah sudah bisa bicara meski hanya pelan-pelan,” katanya.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin mengatakan, kondisi guru honorer tersebut memang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga pelayanannya menggunakan fasilitas pasien umum.

Baca Juga:   Bupati Garut: Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Guntur Sudah Mulai Turun

Ia mengungkapkan, sudah berupaya membantu meringankan beban biaya perawatan dan pengobatan seorang guru honorer tersebut di rumah sakit. “Biaya kamar sudah dari saya, dari Pagar Sukwan (organisasi guru honorer) juga sudah membantu,” kata Ade. (Ant/Fj)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *