Headline

Delapan Pasar Tradisional Menjadi Titik Potensi Kemacetan di Garut

×

Delapan Pasar Tradisional Menjadi Titik Potensi Kemacetan di Garut

Sebarkan artikel ini
Situasi arus lalu lintas kendaraan di sekitar Pasar Limbangan, Kabupaten Garut. (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Aktivitas masyarakat dan pedagang pasar tradisional di jalur mudik lintas Kabupaten Garut, Kamis (30/5/2019), menjadi salah satu penyebab hambatan laju kendaraan saat musim arus mudik Lebaran.

Kawasan pasar tradisional yang cukup mengganggu laju kendaraan di antaranya jalur mudik di Pasar Leles, Kadungora, kemudian di Limbangan, Lewo, dan Malangbong.

Kondisi kemacetan di jalur mudik tersebut sebelumnya sudah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Garut, bahkan tercatat ada delapan pasar di jalan utama atau yang ramai dilintasi kendaraan.

Baca Juga:   Pedangdut Asal Garut Ini Tetap Ingin Cerai, Suami Tak Jatuhkan Talak

Bupati Garut Rudy Gunawan membenarkan adanya delapan pasar tradisional yang menjadi titik potensi kemacetan sehingga menjadi perhatian pemerintah dan kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan di jalur itu.

“Kita sudah antisipasi keberadaan delapan titik pasar tumpah di jalur mudik yang selalu terjadi kemacetan saat musim Lebaran,” kata Bupati Garut.

Ia menyebutkan, delapan titik pasar yang menjadi potensi kemacetan yakni di pasar wilayah Kadungora, Leles, Limbangan, Lewo, Malangbong, Wanaraja, Samarang, dan Cikajang.

Baca Juga:   Bawaslu Garut Panggil Mantan Kepala Polsek Pasirwangi

Pemerintah daerah bersama kepolisian, kata Rudy, telah berkoordinasi untuk mengatasi titik kemacetan di kawasan pasar tradisional itu dengan penyekatan di pinggir jalan agar pedagang tidak menggunakan bahu jalan.

“Kita lakukan penyekatan agar pedagang tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Rudy menambahkan, upaya lain yang dilakukan petugas di lapangan yakni dengan menertibkan langsung pedagang apabila mengganggu arus lalu lintas kendaraan di jalur mudik.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *