Berita

Delapan Perlintasan Kereta Api di Garut Tidak Berpalang Pintu Otomatis

×

Delapan Perlintasan Kereta Api di Garut Tidak Berpalang Pintu Otomatis

Sebarkan artikel ini
Petugas mengamankan jalur perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu di Bangbayang, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Senin (20/05/2019). (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak delapan perlintasan kereta api di Kabupaten Garut tidak memiliki palang pintu otomatis sehingga membutuhkan petugas pengamanan khusus untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di musim arus mudik Lebaran.

“Semuanya ada sembilan perlintasan tanpa palang pintu, yang satu sekarang sudah dipasang, tinggal delapan lagi,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna usai menghadiri pemasangan palang pintu kereta api di Bangbayang, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Senin (20/5/2019).

Ia mengatakan, perlintasan kereta api itu tersebar di beberapa titik seperti di Kecamatan Kadungora, Leles dan beberapa titik lainnya sepanjang perlintasan kereta wilayah Garut.

Baca Juga:   Kondisi Dua Pasien Positif Corona di Garut Membaik, Pemkab Tunggu Hasil Tes

Menurut Budi, perlintasan kereta yang cukup ramai dilalui kendaraan yakni di Cikembulan dan Cangkuang, sehingga perlu adanya pengamanan khusus dari polisi, dibantu TNI dan petugas Dinas Perhubungan saat pengamanan Lebaran nanti.

“Di Garut ini ada jalan-jalan kecil yang tidak pakai palang, itu harus kami jaga, disiapkan anggota agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Baca Juga:   Pemerintah Kecamatan di Garut Siapkan Rest Area untuk Pemudik Lebaran, Ini Fasilitasnya

Budi mengatakan, setiap musim arus mudik Lebaran seluruh perlintasan kereta api yang ada palangnya maupun tidak akan mendapatkan penjagaan ketat dari kepolisian dan aparat berwenang lainnya.

Ia berharap, adanya petugas di perlintasan itu bisa mengingatkan masyarakat agar tertib dan selalu waspada ketika melintasi perlintasan kereta api.

“Perlintasan kereta tanpa palang ini sesuatu yang berbahaya, sesuatu yang menakutkan, untuk itu kita harus menjaganya agar tidak terjadi sesuatu,” ujar Budi.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menambahkan, masih adanya jalan umum yang melintasi rel kereta api belum dipasang palang pintu otomatis.

Baca Juga:   Pembina DWP Garut Tekankan Jabatan sebagai Panggilan Hati, Bukan Sekadar Amanah

Pemerintah Kabupaten Garut, kata dia, telah mengajukan pemasangan palang pintu perlintasan kereta api ke Kementerian Perhubungan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melewati rel kereta api.

“Saat ini ada enam palang pintu yang telah diusulkan ke kemennterian,” kata Helmi. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *