Budaya

Disdik Garut Minta Maaf dan Menarik Soal USBN yang Memunculkan Kecaman

×

Disdik Garut Minta Maaf dan Menarik Soal USBN yang Memunculkan Kecaman

Sebarkan artikel ini
Soal USBN SMP yang mendapat kecaman anggota Banser di Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pendidikan (Disdik) Garut meminta maaf terkait adanya naskah soal USBN tingkat SMP yang mencantumkan ‘Bubarkan Banser’. Mereka menarik soal tersebut dan mengulangi ujian.

“Kami akan menarik kembali seluruh berkas naskah yang sudah dikirim ke sekolah dan kami akan susulan USBN ulang,” ujar Kadisdik Garut Totong kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Rabu (10/4/2019).

Soal USBN Bahasa Indonesia SMP itu mencantumkan tulisan insiden pembakaran bendera HTI yang dilakukan oknum Banser saat Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Kepala Dinas Pendidikan Garut Minta Pemerintah Pusat Tegaskan Aturan Soal Guru PPG

Totong menjelaskan pihaknya akan menarik soal Bahasa Indonesia yang sudah dipasok ke 134 dari 386 SMP di Garut yang melaksanakan USBN berbasis kertas dan pensil.

Keputusan itu diambil, sambung Totong, lantaran Disdik Garut menyadari adanya pihak yang dirugikan oleh soal tersebut. “Kami menyadari hal itu merupakan kelalaian dan ketidakhati-hatian pihak kami,” ujarnya.

Baca Juga:   Garut Raih Penghargaan Kabupaten yang Berkontribusi Meningkatkan Literasi di Jabar

Ujian yang akan diulang merupakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jadwal ulang ujian tersebut berlangsung dalam waktu dekat. Namun Totong belum memastikan kapan hari ujian itu dilaksanakan.

“USBN ulang, khusus Bahasa Indonesia. Yang pasti dengan format yang bisa dikawal oleh bersama,” kata Totong.

Selain mengulang ujian dan menarik soal bermuatan ‘Bubarkan Banser’, Disdik Garut tengah menyelidiki internal mereka. Tujuannya guna mengungkap apa motivasi si pembuat naskah soal ujian mencantumkan ‘Bubarkan Banser’.

Baca Juga:   Untuk Siswa Kreatif di Rumah, Disdik dan BJB Garut Sediakan Hadiah Menarik

“(pembuat soal) Tim MGMP. Belum selesai kita (memeriksa tim), apa motivasinya. Seharusnya kan dia punya etika punya pandangan mana ini yang harus diangkat, mana yang tidak,” tutur Totong. (dtc/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *