Opini

Kreatifitas dan Imajinasi dalam Revolusi Industri 4.0 di Mukab Kadin Garut

×

Kreatifitas dan Imajinasi dalam Revolusi Industri 4.0 di Mukab Kadin Garut

Sebarkan artikel ini
Hasanuddin. (Foto: Istimewa)

Oleh: Hasanuddin

DALAM pidato akhir tahun Rektor IPB Prof. DR Arif Satria yang sependapat dengan Jack Ma menyatakan bahwa kreatifitas, berpikir kritis, dan imajinasi menjadi hal penting dalam menghadapi era yang bergejolak, penuh ketidakpastian, komplek, dan tidak jelas atau popular disebut era vuca dalam bisnis/usaha global.

Dalam perspektif ini, tema Mukab VII Kadin Garut; “Menyambut Momentum Kemajuan Garut di Era Revolusi Industri 4.0” menemukan kontek dan pembenaran argumentatif; kreatifitas, kritik, dan imajinasi sekaligus.

Kita tahu bahwa revolusi industri dengan keunggulan aplikasi IoT, kecerdasan buatan, drone, blockchain, dan tobotic masih jauh terjadi di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Peradaban Baru di Limbangan (Catatan: Tata Ansorie)

Kita bukanlah inovator atau kreator hal tersebut, melainkan hanya sebatas konsumen kemajuan revolusi industri 4.0. Itupun sebagian kecil.

Usaha kita masih bertumpu pada sektor pemerintah, bahkan meskipun tidak dapat mengakses sektor tersebut, setidaknya para pengusaha masih memiliki persepktif APBD (sektor belanja pembangunan).

Mentalitas mensubordinasi atau menginstrumentalisasi diri sebagai bagian darinya. Pada titik inilah revolusi usaha harus dimulai, sebagai imajinasi baru.

Baca Juga:   Urun Rembug Soal Biaya Operasional, Reses, dan Pokir

Mukab Kadin adalah proses biasa, yang reguler, bukanlah sesuatu yang perlu menjadi pembahasan pokok, utamanya soal pergantian kepengurusan.

Hal terutama adalah bagaimana di era vuca dalam revolusi global, kita sudah saatnya kreatif mendorong sektor usaha non-APBD bertumbuh kembang secara kompetitif.

Kadin mestilah hadir pada soal ini, baik sektor pariwisata, kelautan, pertanian, modal usaha, peternakan, dan ekonomi kreatif lainnya.

Kreatifitas ini sama simetris dengan menciptakan usaha yang sehat, anti korupsi dan monopoli. Para pengusaha di Kabupaten Garut sudah teruji dalam menghadapi ketidakpastian.

Baca Juga:   Menunggu Gebragan Kapolres Garut yang Baru, AKBP Dede Yudi Ferdiansah

Para pengusaha di Kabupaten Garut sesungguhnya mampu beradaptasi dengan keadaan sulit sehingga masih bertahan. Meskipun pada beberapa pihak masih saja menggunakan prinsip salah kaprah dari teori Darwin; yang kuat yang bertahan hidup (survival of the fittest).

Selamat ber-Mukab ke VII Kadin Kabupaten Garut. (Penulis adalah Wakil Ketua Bidang ESDM Kadin Garut)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *