Politik

Manuver Perempuan Bangsa PKB Garut, Incar Level RT/RW Demi Tiga Kursi Parlemen ​

×

Manuver Perempuan Bangsa PKB Garut, Incar Level RT/RW Demi Tiga Kursi Parlemen ​

Sebarkan artikel ini
Muscab Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Garut yang mandek menjadi pemicu perombakan strategi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lewat Musyawarah Cabang di Kantor DPC PKB Garut, Minggu, 27 September 2026, Novi Agustina terpilih memimpin Perempuan Bangsa Kabupaten Garut dan langsung menggeber mesin organisasi hingga ke tingkat basis.

​Peta politik legislatif daerah ini mencatat ketimpangan mencolok: dari delapan legislator PKB di dewan Garut, hanya satu yang merupakan kader perempuan. Menatap Pemilu 2029, organisasi sayap PKB ini memasang target melipatgandakan raihan menjadi tiga kursi parlemen lewat infiltrasi struktur hingga tingkatan terendah warga.

​Langkah ekspansif ini berangkat dari minimnya jangkauan organisasi saat ini. Dari total 42 kecamatan di Kabupaten Garut, kepengurusan Anak Cabang Perempuan Bangsa baru menyentuh angka 45 persen. Lebih dari separuh wilayah Garut masih menjadi kawasan kosong yang belum tergarap.

Baca Juga:   Perpres No 82/2021 Diterbitkan, PKB dan PCNU Garut Gelar Tasyakuran

​Novi menegaskan, penguncian basis massa hingga level terbawah menjadi kunci mutlak. “Target kami jelas, sebelum Pemilu 2029, seluruh 42 kecamatan harus memiliki Anak Cabang yang aktif. Tidak berhenti di situ, kami akan mendorong pembentukan pengurus hingga tingkat desa, bahkan menyentuh level RT dan RW,” ujar Novi, didampingi Sekretaris Kiki Zakiah Derajat dan Bendahara Ayu Sa’diyah.

Baca Juga:   Petugas Sortir Surat Suara Mengundurkan Diri, KPU Garut: Itu Tak Mengganggu

​Jejaring hingga tingkatan RT/RW dirancang untuk memangkas hambatan komunikasi politik dan mempercepat rekrutmen figur perempuan potensial di daerah. Konsolidasi rapat ini disiapkan untuk mempermudah pemetaan dan mobilisasi dukungan dalam ajang kontestasi mendatang.

​Mengimbangi ekspansi yang terukur, kepengurusan anyar ini menggelar restrukturisasi inklusif. Novi memilih mempertahankan pengurus lama yang menjadi tiang perjuangan, sembari menyerap tenaga baru yang dinilai responsif terhadap dinamika politik terkini.

Baca Juga:   Penanganan Kades Kampanye Capres, Bupati Garut Menyerahkan ke Bawaslu

​Sinergi dua generasi ini diproyeksikan menjadi penggerak utama penetrasi lapangan. “Kami ingin membangun sinergi antara pengalaman pengurus lama dan energi segar dari kader baru. Ini semua demi satu tujuan: membesarkan organisasi dan memastikan suara perempuan Garut semakin kuat di parlemen,” kata Novi. (Yuyus)

Gusrajab
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *