GOSIPGARUT.ID — Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Barat asal Kabupaten Garut mengukir prestasi gemilang dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bertanding pada 14–18 Oktober 2026, para atlet disabilitas bertalenta ini sukses membawa pulang total 13 medali, yang terdiri atas 5 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Dua nama menjadi sorotan utama dalam perhelatan tingkat nasional yang diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi tersebut: Zahraa Bianz dan Nabil Dhiya Ulhaq A’Isy. Keduanya tampil dominan di cabang olahraga masing-masing sekaligus mendongkrak posisi kontingen Jawa Barat di papan atas perolehan medali.
Menyapu Bersih Emas Kolam Renang
Dominasi atlet Garut paling kentara terlihat di cabang olahraga renang. Di bawah bimbingan pelatih senior Moh Japar Rohman, Zahraa Bianz tampil tak terbendung dengan menyapu bersih tiga medali emas sekaligus.
Zahraa menguasai lintasan dan finis terdepan pada nomor 50 meter gaya bebas, 25 meter gaya bebas, serta 25 meter gaya dada. Hasil ini mengukuhkan dominasi atlet muda tersebut di kategori renang Special Olympics tahun ini.
Sementara itu, dari lintasan lari, Nabil Dhiya Ulhaq A’Isy menyumbangkan dua medali tambahan bagi kontingen. Nabil menyabet medali perak pada nomor estafet lari 400 meter serta medali perunggu pada nomor lari 50 meter setelah bersaing ketat dengan para pelari unggulan dari provinsi lain.
Hasil Latihan dan Binaan Khusus
Pencapaian ini tidak datang secara instan. Konsistensi latihan intensif dan pendampingan berkelanjutan dari tim pelatih SOIna Kabupaten Garut menjadi kunci utama keberhasilan para atlet di arena nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, memberikan apresiasi tinggi atas capaian kontingennya. Menurut dia, raihan ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi di kancah nasional.
”Semoga pencapaian luar biasa Nabil dan Zahraa ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan. Semoga juga menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Kabupaten Garut untuk berani bermimpi dan berkarya melalui olahraga,” ujar Asep.
Keberhasilan meraih total 13 medali ini mempertegas efektivitas program pembinaan atlet disabilitas bertalenta di Kabupaten Garut. Selain membawa pulang trofi dan medali, torehan di Kupang ini menjadi modal berharga bagi para atlet untuk menembus seleksi ajang internasional Special Olympics mendatang. (Yuyus)

























