Berita

Jelang Akhir Jabatan, Ketua Baznas Garut Sebut Zakat Turun Jadi Rp13 Miliar Akibat Kebijakan Pusat

×

Jelang Akhir Jabatan, Ketua Baznas Garut Sebut Zakat Turun Jadi Rp13 Miliar Akibat Kebijakan Pusat

Sebarkan artikel ini
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Effendi.

GOSIPGARUT.ID — Penghimpunan dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut mengalami penurunan hingga mendekati akhir tahun 2026 dengan perolehan sekitar Rp13 miliar. Penurunan signifikan tersebut dipicu oleh sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang berdampak langsung pada pundi-pundi penerimaan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Kondisi tersebut disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Effendi, menjelang berakhirnya masa jabatan kepemimpinannya pada 15 November 2026 mendatang.

​Abdullah menjelaskan bahwa perubahan mekanisme tata kelola kepegawaian dan pencairan tunjangan ASN di tingkat pusat menjadi faktor utama yang memangkas potensi zakat di daerah selama dua tahun terakhir.

​“Penurunannya cukup banyak. Pertama, banyak pegawai ASN yang ditarik ke pusat. Kedua, sertifikasi tunjangan guru yang tidak langsung masuk ke kas, tetapi langsung ke rekening masing-masing. Selama dua tahun, pundi-pundi kita banyak kehilangan karena kebijakan dari pemerintah pusat,” ungkap Abdullah Effendi.

Baca Juga:   Stok Minyak Goreng Curah di Pasar Lewo dan Malangbong Terpantau Kosong

​Kendati penerimaan dana mengalami tekanan, Abdullah mengklaim kinerja akuntabilitas operasional lembaga yang dipimpinnya tetap berada pada jalur positif. Di tingkat tata kelola keuangan, Baznas Garut berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meraih predikat baik dalam audit syariah.

​Selain itu, lembaga ini meraih nilai A dalam penilaian kualitatif tingkat Provinsi Jawa Barat yang diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Garut. Predikat tersebut menempatkan Garut di antara lima kabupaten/kota terbaik di Jawa Barat dalam pengelolaan zakat.

Baca Juga:   Sering Macet, Keberadaan Jalan Tol di Lintas Selatan Sebuah Kebutuhan

​“Terakhir, kami melaporkan kepada Pak Sekda bahwa kita mendapatkan nilai A se-Jawa Barat. Ada lima kabupaten/kota beserta Jawa Barat yang dinilai, dan untuk mendapatkan nilai A itu tidak mudah,” ujarnya.

​Di tingkat nasional, pimpinan Baznas Garut juga mencatatkan penghargaan dari pemerintah pusat atas keaktifan membangun kemitraan dan kerja sama strategis dengan pemerintah daerah. Abdullah menilai jajaran pengurus telah berupaya optimal menyelaraskan fungsi penghimpunan dan pendistribusian zakat bagi masyarakat penerima manfaat.

​Menjelang suksesi kepemimpinan bulan depan, Abdullah berharap pimpinan Baznas Kabupaten Garut periode berikutnya dapat mengevaluasi hambatan penghimpunan dana sekaligus mempertahankan capaian akuntabilitas yang ada.

Baca Juga:   Mantan Aktifis Pertanyakan Icon "Kota Dodol" di Bunderan Tarogong

​“Untuk pimpinan zakat selanjutnya, kalau ada program kami yang baik, silakan dilanjutkan. Kalau ada yang kurang, diperbaiki, terutama dalam hal pengumpulan dan pendistribusian zakat. Nanti mungkin itu yang akan saya amanatkan,” pungkasnya.

​Tantangan utama yang menanti pimpinan baru pasca-15 November 2026 adalah merumuskan formulasi dan strategi baru dalam menggaet potensi zakat di luar sektor ASN, guna memulihkan volume penghimpunan dana yang menyusut. (Yuyus)

Gusrajab
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *