GOSIPGARUT.ID — Peringatan Milad ke-33 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Garut yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, minuman keras, serta dampak negatif media sosial.
Pesan tersebut disampaikan anggota DPRD Jawa Barat, DR. H. Tom Maskun, M.Pd., dalam kegiatan tabligh akbar di MTsN 3 Garut, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan itu dihadiri Camat Cisewu Ade Piniman, perwakilan Apdesi, para kepala sekolah se-Kecamatan Cisewu, orang tua siswa, serta masyarakat umum.
Tom menegaskan, tanggung jawab mendidik dan menjaga anak tidak bisa dibebankan hanya kepada guru. Keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter serta perilaku peserta didik.
“Tanggung jawab kepada anak didik itu tak hanya kewajiban para guru saja, namun orang tua memiliki hak yang sama. Jadi, harus ada kolaborasi antarpihak, baik sekolah maupun lingkungan, terutama keluarga,” kata Tom.
Menurut dia, anak-anak yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan memasuki jenjang pendidikan berikutnya berada dalam fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru perlu diimbangi dengan pendampingan serta pengawasan yang memadai.
Ia menyoroti penggunaan media sosial dan ancaman narkoba serta minuman keras yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Anak-anak yang baru beranjak dari sekolah dasar ke tingkatan berikutnya itu merupakan generasi yang biasanya selalu ingin mencoba hal yang baru. Maka, perlu pengawasan semua pihak, baik madrasah maupun lingkungan keluarga,” ujarnya.
Tom mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat membangun kepedulian bersama agar anak-anak tidak terjerumus dalam perilaku yang membahayakan masa depan mereka.

Pertama Kali Digelar secara Akbar
Kepala MTsN 3 Garut, Wawan Suwandani, S.Pd.I., mengatakan tabligh akbar yang menggabungkan peringatan Hari Santri Nasional dan milad madrasah tersebut menjadi kegiatan besar pertama yang diselenggarakan pihaknya.
“Kegiatan tabligh akbar dalam rangka Hari Santri dan Milad MTsN 3 Garut secara akbar seperti ini merupakan kegiatan yang pertama kami gelar. Insya Allah, ini akan kami jadikan agenda tahunan,” kata Wawan.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung pada hari puncak. Selama tiga hari, madrasah menggelar berbagai perlombaan antarsiswa, antara lain pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan solo vokal.
Pada puncak peringatan, siswa juga menampilkan kesenian Islami, seperti hadroh, kasidah tradisional, dan band Islami. Penampilan para juara lomba pidato dalam tiga bahasa turut memeriahkan acara.
Menurut Wawan, kegiatan tersebut dirancang bukan semata-mata untuk memperingati hari jadi madrasah dan Hari Santri. Lebih dari itu, acara menjadi ruang silaturahmi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menjalankan tanggung jawab pendidikan, termasuk membangun karakter serta menjaga pergaulan siswa di dalam dan luar lingkungan sekolah.
Tiga Unsur Pembentuk Generasi
Penceramah tabligh akbar, Ustadzah Awit Fitriani, menekankan pentingnya keselarasan kemauan siswa, orang tua, dan pihak sekolah dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Menurut Awit, ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan. Pendidikan tidak akan optimal apabila siswa tidak memiliki kemauan untuk belajar, orang tua kurang memberikan dukungan, atau sekolah tidak menjalankan perannya secara maksimal.
“Ada tiga hal dalam menciptakan generasi kita, yaitu kemauan siswa atau santri, kemauan orang tua, dan kemauan sekolah atau madrasah. Ketiganya menjadi fondasi dan perlu kebersamaan dalam menciptakan siswa-siswi yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan penekanan Tom Maskun mengenai perlunya pengawasan dan keterlibatan semua pihak dalam mendampingi anak pada masa pertumbuhan.
Rangkaian peringatan Milad ke-33 MTsN 3 Garut dan Hari Santri Nasional 2026 ditutup dengan pemberian santunan kepada 10 siswa dari keluarga kurang mampu dan kaum dhuafa. Bantuan juga diberikan kepada warga yang mengalami musibah kebakaran rumah beberapa bulan sebelumnya.
Melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, dan sosial tersebut, MTsN 3 Garut berharap peringatan tahun ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi penguat kepedulian bersama terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda di Kecamatan Cisewu. ***


























