Jawa Barat

Tumbuh Pesat dalam 5 Tahun Terakhir, IPM Jabar 2025 Naik Paling Tinggi Se-Indonesia

×

Tumbuh Pesat dalam 5 Tahun Terakhir, IPM Jabar 2025 Naik Paling Tinggi Se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto: ILUSTRASI.

GOSIPGARUT.ID — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 mencatatkan rekor pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir. BPS Jawa Barat mencatat IPM Jabar menyentuh angka 75,90 poin, naik 1,31 persen atau bertambah 0,98 poin dari tahun sebelumnya.

Secara historis, rata-rata pertumbuhan IPM Jawa Barat pada periode 2021–2025 berada di level 0,99 persen per tahun. Namun, laju percepatan pada 2025 ini melonjak signifikan berkat perbaikan menyeluruh di seluruh indikator penyusunnya.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan, peningkatan IPM didorong oleh tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

“Indikator kesehatan yang membentuk harapan hidup mengalami perbaikan. Di antaranya persentase rumah tangga dengan akses air minum layak naik 0,94 persen poin, serta persentase rumah tangga tanpa fasilitas BABS turun 0,50 persen poin dibanding tahun sebelumnya,” kata Margaretha, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga:   Intip Dapur Pengawasan Sinyal dan Frekuensi Nasional, 50 Pelajar se-Indonesia Sambangi Komdigi

Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jawa Barat mencapai 75,53 tahun, naik 0,37 tahun (0,49 persen) dibanding 2024. Hal ini menandakan bayi yang lahir di Jabar pada 2025 diproyeksikan memiliki usia harapan hidup hingga 75,53 tahun.

Sektor Pendidikan Tumbuh Paling Cepat

Akselerasi paling pesat terlihat pada dimensi pendidikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) Jabar 2025 menyentuh 13,02 tahun—naik 1,72 persen (0,22 tahun) dari 2024. Capaian ini merupakan laju pertumbuhan HLS tercepat sepanjang rentang 2021–2025.

Dengan HLS 13,02 tahun, anak berusia 7 tahun di Jabar kini berpeluang mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tingkat awal.

Baca Juga:   Jawa Barat Raih Penghargaan Nasional, Tuntaskan Stunting dengan Penurunan Tercepat se-Indonesia

Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas menguat 3,04 persen menjadi 9,14 tahun, atau setara dengan lulusan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Daya Beli Menguat, Angka Kemiskinan Menyusut

Perbaikan juga terjadi pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan naik 2,39 persen menjadi Rp 12,45 juta per tahun, tumbuh sekitar Rp 290.000 dibanding tahun sebelumnya.

Penguatan daya beli masyarakat ini berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat sebesar 0,44 persen poin, di mana sebanyak 193.920 jiwa berhasil keluar dari kategori miskin.

Kenaikan IPM Jabar Tertinggi Nasional

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif torehan tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa lompatan 0,98 poin menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan kenaikan IPM tertinggi secara nasional.

Baca Juga:   IKP Talks #12 Bahas Efektivitas Rilis Pemerintah di Tengah Derasnya Arus Informasi

“Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional, hampir 1 poin kenaikannya,” tegas Dedi.
Sebagai komparasi, kenaikan IPM Jawa Tengah tercatat sebesar 0,90 poin, sementara Jawa Timur berada di angka 0,78 poin.

Dedi menegaskan, capaian ini menjadi modal penting untuk mengakselerasi pembangunan SDM yang inklusif. Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan posisi Jawa Barat dapat segera masuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *