Peristiwa

Pria Ditemukan Meninggal di Area Makam TPA Panyabungan Garut, Diduga Depresi karena Penyakit

×

Pria Ditemukan Meninggal di Area Makam TPA Panyabungan Garut, Diduga Depresi karena Penyakit

Sebarkan artikel ini
Mayat seorang pria ketika dievakuasi dari area makam TPA Panyabungan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026) pagi.

GOSIPGARUT.ID — Warga Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di area makam TPA Panyabungan, Senin (25/5/2026) pagi.

Korban berinisial IK (45), warga Tarogong Kaler, diduga mengakhiri hidup akibat depresi dan frustrasi karena penyakit yang dideritanya.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Ate Ahmad Hermawan mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.15 WIB. Informasi bermula saat warga menerima kabar adanya seseorang yang ditemukan meninggal dunia di area pemakaman.

Baca Juga:   Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandang Garut, Tim Gabungan Sisir Aliran hingga 3 Kilometer

Ketua RW setempat, Olis Suryana, kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tarogong Kaler langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi bersama tim Inafis Polres Garut,” kata Ate.

Petugas kepolisian bersama tim Inafis selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan awal guna memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga:   Kasus Penemuan Mayat di Kebun Teh Pangalengan Diduga Akibat Utang Piutang

Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan warga sekitar, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat penyakit yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari mengamankan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Garut guna memastikan penyebab kejadian,” ujarnya.

Menurut Ate, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:   Anggota TNI di Garut Evakuasi Wanita yang Hendak Melahirkan di Pinggir Jalan

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan untuk menghindari kerumunan di area pemakaman.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Ia menilai dukungan sosial dan perhatian dari orang terdekat sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *