Berita

Trauma Kasus Korupsi Kades, Warga Cisewu Berharap Pilkades Antar Waktu Bebas Politik Uang

×

Trauma Kasus Korupsi Kades, Warga Cisewu Berharap Pilkades Antar Waktu Bebas Politik Uang

Sebarkan artikel ini
Foto: ILUSTRASI.

GOSIPGARUT.ID — Harapan besar menyelimuti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu di Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Di balik persiapan pemungutan suara yang akan digelar pada Rabu (8/7/2026), warga menitipkan satu pesan yang terus berulang: jangan sampai praktik politik uang kembali mencederai demokrasi desa dan melahirkan pemimpin yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Harapan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Warga masih mengingat kasus korupsi yang menjerat kepala desa sebelumnya hingga harus diberhentikan dari jabatannya. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang membuat masyarakat kini lebih menaruh perhatian pada integritas calon pemimpin dibanding sekadar janji politik.

Pilkades Antar Waktu Desa Cisewu akan diikuti tiga calon, yakni Jumardi, Asep Bahrul Anwar, dan Ferdi Setia Primahadian. Sebanyak 185 pemilih yang merupakan perwakilan warga dari setiap rukun tetangga (RT) akan menentukan kepala desa yang akan melanjutkan sisa masa jabatan.

Baca Juga:   Di SMPN 4 Tarogong Kidul, Dinas PPKBPPPA Garut Gelar Sosialisasi Perlindungan Khusus Anak

Bagi Ojat, Pilkades kali ini menjadi kesempatan memperbaiki arah kepemimpinan desa. Ia berharap seluruh proses berlangsung aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Kami berharap pemilihan kepala desa antar waktu kali ini benar-benar berjalan aman, damai, dan demokratis. Jangan sampai ada praktik politik uang atau membeli suara karena itu hanya akan melahirkan pemimpin yang tidak amanah. Kami ingin kepala desa yang terpilih nanti benar-benar memiliki komitmen membangun desa, bukan mengembalikan modal politik,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:   Hadir di TV Terkait Ustaz Solmed, Warga dan Kades Cisewu Dikerubuti Wartawan

Senada dengan itu, tokoh masyarakat, Dede, mengatakan masyarakat tidak ingin kembali menghadapi persoalan yang sama seperti yang pernah terjadi pada pemerintahan desa sebelumnya. Menurut dia, integritas harus menjadi ukuran utama dalam menentukan pilihan.

“Masyarakat sudah belajar dari pengalaman pahit. Kepala desa sebelumnya harus diberhentikan karena tersandung kasus korupsi. Karena itu, kami berharap pemilihan kali ini berlangsung jujur, adil, dan bebas dari politik uang. Jangan sampai kesalahan yang sama terulang. Kami ingin pemimpin yang bersih, transparan, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan warga,” katanya.

Baca Juga:   37 Pasangan Suami Istri di Garut Ikuti Sidang Isbat Nikah Secara Gratis

Hal serupa disampaikan Lilis. Ia mengaku masih merasakan trauma atas kasus yang pernah menimpa pemerintahan desa sehingga berharap Pilkades Antar Waktu menjadi awal perubahan bagi Desa Cisewu.

“Harapan kami sederhana, pemilihan berjalan demokratis tanpa politik uang. Kami trauma dengan kasus kepala desa sebelumnya yang berakhir karena korupsi. Semoga kali ini terpilih pemimpin yang jujur, berintegritas, dan mampu membawa desa menjadi lebih baik,” ujarnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *