Berita

Perbaiki Atap SDN Cisewu 4, Pria 60 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Ketinggian

×

Perbaiki Atap SDN Cisewu 4, Pria 60 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Ketinggian

Sebarkan artikel ini
Saat korban berada di atap ruang kelas SDN 4 Cisewu yang diperbaiki.

GOSIPGARUT.ID — Niat membantu memperbaiki atap ruang kelas di SDN Cisewu 4 berujung duka. Yana (60), warga Kampung Lemahluhur, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, meninggal dunia setelah terjatuh dari atap sekolah tersebut, Rabu (25/2/2026) siang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban bersama sejumlah rekannya tengah memperbaiki bagian atap ruang kelas yang mengalami kerusakan. Namun ketika menginjak bagian plafon yang diduga sudah lapuk, korban kehilangan pijakan dan terjatuh ke dalam ruangan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami benturan keras di bagian kepala dan langsung tidak sadarkan diri. Rekan-rekannya segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Cisewu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga:   Terungkap, Mayat Wanita yang Duburnya Tertancap Bambu Adalah Warga Garut

Ketua PGRI Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, mengatakan kondisi korban saat tiba di puskesmas sudah dalam keadaan kritis sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit di Bandung.

“Korban dirujuk ke Rumah Sakit Welas Asih. Namun dalam perjalanan, sebelum sampai ke rumah sakit, korban meninggal dunia,” ujar Agus.

Menurut Agus, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum terjatuh korban sempat mengeluhkan pusing dan meminta waktu untuk beristirahat. Setelah merasa agak baikan, ia kembali melanjutkan pekerjaannya memperbaiki atap.

Baca Juga:   Penguatan Program Makan Bergizi Gratis, Garut Jadi Lokasi Uji Petik BGN dan Bappenas

“Diduga saat kembali bekerja itulah korban terjatuh dan kepalanya membentur meja di dalam kelas,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal di Puskesmas Cisewu, diketahui tekanan darah korban mencapai 220 mmHg. Hal itu memunculkan dugaan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi yang bisa saja memperburuk kondisinya saat bekerja di ketinggian.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya. Agus menyebut almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan humoris di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga:   Nekat Rusak Kebun Teh untuk Tanam Sayur dan Kopi, Tiga Warga Cikajang Diciduk Polisi

“Kami keluarga besar PGRI Kecamatan Cisewu turut berbelasungkawa. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT,” ucap Agus. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *