GOSIPGARUT.ID — Asa Persigar Garut untuk tampil di Liga 3 kembali menguat setelah beredar informasi adanya dua klub yang dikabarkan mengundurkan diri dari kompetisi. Kondisi tersebut disebut membuka peluang bagi klub yang sebelumnya belum berhasil mengamankan tiket promosi. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari PSSI mengenai pengisian slot yang ditinggalkan klub tersebut.
Wakil Ketua IV KONI Kabupaten Garut, Agus Barkah, mengatakan dirinya telah menerima informasi tersebut dari jajaran pengurus Persigar. Namun, ia menegaskan seluruh pihak masih harus menunggu keputusan final dari PSSI sebelum menyimpulkan peluang Persigar untuk promosi.
“Informasi itu memang sempat beredar dan saya juga mendapat kabar dari pengurus Persigar. Setelah sebelumnya dinyatakan tidak lolos promosi ke Liga 3 karena tidak masuk enam besar, kini muncul harapan baru karena kabarnya ada dua klub yang mengundurkan diri,” ujar Agus.
Menurut Agus, PSSI saat ini dikabarkan tengah menggelar sejumlah pertemuan untuk menentukan mekanisme pengisian slot yang kosong. Di tengah proses tersebut, berbagai informasi juga beredar di media sosial, termasuk ucapan selamat kepada Persigar yang disebut-sebut berpeluang masuk ke delapan besar.
Meski demikian, Agus mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum diumumkan secara resmi oleh federasi.
“Kami di KONI tetap berpegang pada keputusan final PSSI. Harapan tentu ada, mudah-mudahan Persigar bisa lolos promosi ke Liga 3, tetapi saat ini kita masih menunggu keputusan resmi,” katanya.
Agus menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dua klub yang mundur dari kompetisi diduga mengalami keterbatasan anggaran. Menurut dia, kebutuhan biaya mengikuti kompetisi Liga 3 jauh lebih besar dibandingkan Liga 4 sehingga menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap klub peserta.
Selain kesiapan teknis, aspek pembiayaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah klub selama kompetisi berlangsung. Karena itu, kepastian mengenai peserta Liga 3 juga berkaitan dengan kesiapan finansial masing-masing klub.
Agus juga mengenang pengalaman Persigar sekitar 12 tahun silam ketika berhasil menembus babak delapan besar di Yogyakarta. Saat itu, Persigar belum mampu melangkah lebih jauh untuk mengamankan tiket promosi.
“Ini seperti mengulang sejarah. Mudah-mudahan kali ini, di bawah kepemimpinan Pak Rudi, Persigar mampu memanfaatkan peluang dan benar-benar promosi ke Liga 3,” ucapnya.
Apabila Persigar nantinya dipastikan promosi, Agus menilai dukungan anggaran akan menjadi salah satu faktor penting agar klub mampu bersaing di kompetisi yang levelnya lebih tinggi. Ia menyebut, sesuai kebijakan yang pernah disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, klub peserta Liga 3 dan Liga 4 masih diperbolehkan menerima dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau nanti Persigar promosi ke Liga 3, masih berhak menerima bantuan APBD. Nilainya bisa berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar. Tentu itu bukan angka yang kecil, tetapi kebutuhan operasional di Liga 3 juga jauh lebih kompleks,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, PSSI belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pengisian slot kompetisi yang ditinggalkan klub yang dikabarkan mengundurkan diri. Dengan demikian, peluang Persigar untuk kembali membuka jalan menuju Liga 3 masih bergantung pada keputusan akhir federasi. (Yuyus)



.png)














