GOSIPGARUT.ID — Kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah di Kampung Kadongdong, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Minggu (21/6/2026) dini hari, menewaskan dua remaja yang terjebak di dalam bangunan saat sedang tidur. Satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka bakar.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu menghanguskan rumah semi permanen berlantai panggung milik Ahmad Zaki (47). Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di bagian atap rumah dan dengan cepat membesar hingga menguasai bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya dari Polsek Banjarwangi sekitar pukul 04.55 WIB.
“Kami menerima laporan dari pihak Polsek Banjarwangi pukul 04.55 WIB dan langsung mengerahkan satu unit armada pancar dari Pos Sektor Singajaya. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian dan keterangan saksi, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik dari kabel di bagian atap rumah,” ujar Usep.
Menurut keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh Rifaldi (18), salah seorang penghuni rumah. Saat terbangun dari tidurnya, ia melihat kobaran api sudah menjalar di bagian atas bangunan.
Dalam situasi panik, Rifaldi berusaha membangunkan dua rekannya, yakni Zaini Fathul Amri (19) dan Raihan (15), yang masih tertidur di lantai atas. Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Api dengan cepat mengepung ruangan dan menyebabkan akses keluar tertutup. Rifaldi akhirnya menerobos kobaran api untuk menyelamatkan diri sekaligus meminta bantuan warga sekitar.
“Dua korban meninggal dunia karena terjebak di lantai atas yang kemudian ambruk akibat kebakaran. Sementara satu korban luka telah dievakuasi ke Puskesmas Banjarwangi untuk mendapatkan perawatan,” kata Usep.
Petugas Damkar Regu 2 Pos Sektor Singajaya bergerak menuju lokasi dengan menempuh jarak sekitar 12 kilometer. Setibanya di lokasi pada pukul 05.30 WIB, petugas bersama unsur TNI, Polri, kecamatan, Tagana, dan warga langsung melakukan pemadaman serta isolasi titik api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah proses pendinginan dilakukan, petugas menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di antara puing-puing bangunan yang runtuh.
Selain menelan korban jiwa, kebakaran itu menghanguskan seluruh bagian rumah milik Ahmad Zaki. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Meski demikian, respons cepat petugas dan warga berhasil mencegah dampak yang lebih besar. Satu rumah panggung milik tetangga korban, Ramlan (47), serta sebuah sepeda motor berhasil diselamatkan dari kobaran api dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Saat ini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang membawa duka mendalam bagi warga Kampung Kadongdong tersebut. (Yan AS)



.png)

















