Kesehatan

Pembangunan RSUD Bungbulang, Janji Lama yang Masih Menanti Kepastian

×

Pembangunan RSUD Bungbulang, Janji Lama yang Masih Menanti Kepastian

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pembangunan rumah sakit.

GOSIPGARUT.ID — Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bungbulang kembali menjadi perbincangan publik. Sejak 2016, Pemerintah Kabupaten Garut sudah mewacanakan hadirnya rumah sakit tipe D di wilayah selatan. Namun hampir satu dekade berlalu, realisasi proyek ini masih terantuk pada soal lahan, anggaran, dan akses.

Pada 10 Juni 2016, Bupati Garut kala itu menegaskan pentingnya menambah tiga rumah sakit baru, termasuk di Kecamatan Bungbulang. Alasannya sederhana: kapasitas RSUD dr. Slamet di pusat kota sudah terlalu penuh, sementara warga Garut Selatan harus menempuh perjalanan hingga empat jam untuk mendapatkan pelayanan.

Namun, rencana itu tak berjalan mulus. Lokasi awal yang disiapkan berada di zona kuning, tanah labil yang dinilai tak layak oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pemerintah pun terpaksa mencari lahan alternatif yang lebih aman dan stabil.

Baca Juga:   Sebagai Mitra Terbaik, Pemkab Garut Raih Penghargaan BPJS Kesehatan

Lahan berganti, anggaran menguap

Pada Maret 2019, Wakil Bupati Helmi Budiman mengumumkan adanya lahan baru di Kampung Pasirlaka, Desa Mekarjaya, dengan luas 2,3 hektare. Anggaran awal Rp2 miliar pun disiapkan. Beberapa bulan kemudian, Pemkab kembali mengalokasikan Rp20 miliar untuk pembebasan lahan di Desa Cihikeu sebagai bagian dari persiapan pemekaran Garut Selatan.

Tapi janji tinggal janji. Hingga kini, rumah sakit yang diharapkan menjadi tumpuan warga Bungbulang dan sekitarnya tak kunjung berdiri.

Baca Juga:   Diagnosis Dini, Cara Terbaik Kenali Kanker Darah

Akses yang terjal

Masalah tak berhenti di lahan. Akses jalan menuju lokasi calon RSUD juga menjadi perhatian serius. Pada akhir 2020, Helmi Budiman meninjau rute alternatif: jalur Cihikeu–Mekarjaya atau langsung dari Mekarjaya. Medan terjal dan pesawahan membuat pilihan itu sama-sama berat.

Awal 2024, Bupati Rudy Gunawan bersama Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan kembali meninjau lahan di Kampung Sukapura, Desa Bungbulang. Kala itu, pemerintah optimistis pembangunan bisa dimulai tahun berikutnya. Namun lagi-lagi, hingga 2025, proyek ini masih dalam tahap rencana.

Jika terwujud, RSUD Bungbulang akan memangkas jarak tempuh warga selatan Garut untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan rumah sakit juga diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menumbuhkan pusat aktivitas masyarakat.

Baca Juga:   Ternyata Hanya Mitos, Makan Daging Kambing Tingkatkan Risiko Darah Tinggi Atau Hipertensi

Kepastian masih samar

Dikonfirmasi pada Sabtu (16/8/2025), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin hanya berkata singkat. “Masih melihat kondisi keuangan,” ujarnya.

Artinya, keberlanjutan proyek RSUD Bungbulang masih sangat bergantung pada kemampuan fiskal Pemkab Garut. Jika kas daerah memungkinkan, janji yang berumur hampir satu dekade itu mungkin akhirnya bisa diwujudkan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *