GOSIPGARUT.ID — SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul, sore itu dipenuhi riuh sorak sorai. Favorita Preanger Basketball League (FPBL) resmi ditutup, Sabtu (16/8/2025), setelah dua pekan menjadi panggung bakat muda basket dari Priangan hingga luar daerah.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir dalam closing ceremony tersebut dengan pesan yang menohok: olahraga bukan sekadar adu fisik, tetapi tameng bagi generasi muda dari arus globalisasi.
“Selamat datang, meskipun terlambat paling tidak saya ucapkan selamat jalan. Semoga kapan-kapan bisa datang lagi ke Kabupaten Garut,” ujar Syakur, menyapa para atlet dari Bogor, Majalengka, hingga tim tuan rumah Garut.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang bagi rombongan atlet luar kota sekaligus memperkenalkan keindahan alam Garut.
Bupati menekankan, olahraga memiliki dimensi strategis: kesehatan, penguatan soft skill, hingga pencegahan perilaku negatif. “Saya punya keyakinan bahwa salah satu cara mengurangi sifat egoisme dan hedonisme adalah dengan memperbanyak kegiatan olahraga,” katanya.
Tak berhenti di situ, Syakur menautkan olahraga dengan visi jangka panjang. “Kita ingin menyiapkan anak-anak kita untuk menjadi orang hebat pada 2045. Generasi yang hari ini bertanding, kelak akan memegang peranan strategis di republik ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Favorita Insan Mandiri, Asep Irwan Hariawan, mengaku puas dengan keberhasilan penyelenggaraan musim ketiga FPBL yang mengusung tema “Where Student Athlete Blooms.” Tahun ini, kompetisi diikuti 74 tim, terdiri dari 19 klub luar kota dan 8 klub asal Garut.
“Alhamdulillah FPBL Season 3 yang dimulai 2 Agustus hingga 16 Agustus 2025 berjalan lancar, aman. Mudah-mudahan para juara bisa kembali bertemu di FPBL Season 4, insya Allah,” kata Asep.
Gelaran FPBL tak sekadar ajang kejuaraan. Ia menjadi ruang tumbuhnya talenta muda basket sekaligus laboratorium karakter—tempat sportivitas, disiplin, dan kepemimpinan ditempa di lapangan. ***



.png)












