Jawa Barat

Revitalisasi Situ Lengkong Dipertanyakan Warga, Masih Banyak Pekerjaan yang Tak Dituntaskan Pelaksana Proyek

×

Revitalisasi Situ Lengkong Dipertanyakan Warga, Masih Banyak Pekerjaan yang Tak Dituntaskan Pelaksana Proyek

Sebarkan artikel ini
Salah satu bangunan untuk gedung pengelola Situ Lengkong, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang tampak tidak dituntaskan. (Foto: Tom/GOSIPGARUT.ID)

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah warga di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, menilai masih banyak pekerjaan yang tidak dituntaskan dan ditinggalkan begitu saja oleh pelaksana pada proyek revitalisasi dan penataan Situ Lengkong yang ditargetkan rampung pada Desember 2023 lalu.

“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan disempurnakan,” kata Endang (70) mantan kuncen yang sekarang menjadi pelaku usaha rumah makan di kawasan Situ Lengkong, Kecamatan Panjalu Ciamis, Rabu (17/1/2024).

Ia menyebutkan, salah satunya adalah penataan dan pembuatan kios-kios yang terkesan jauh dari konsep wisata ziarah, “Ini tempat ziarah, seharusnya disesuaikan dan menyentuh keripan lokal daerah setempat,” ujar Endang.

Baca Juga:   17 Daerah Terima Penghargaan Swasti Saba, Garut Dapat Hadiah Rp25 Juta

Menurutnya, pihak pelaksana proyek saat ini sudah tidak bisa lagi diberi masukan. Pasalnya, pihak pelaksana sudah meninggalkan lokasi proyek. “Jangankan saran atau masukan dari saya sebagai warga biasa, saran Pak Kuwu Yuyus saja tidak diterima saat itu,” ungkap Endang menyebut nama kepala desanya dengan sebutan kuwu.

Ia menjelaskan, Kuwu Yuyus itu menginkan konsepnya semua kios-kios yang dibangun melalui revitalisasi dan penataan Situ Lengkong itu semuanya dapat terlintasi oleh pengunjung ziarah, soal pengujung membeli atau tidak itu relatif.

“Karena pada dasarnya, peziarah itu pasti ada pemendunya, ibarat meri (bebek) ya gimana kepalanya,” ungkap Endang.

Baca Juga:   TKD Dipangkas, Gubernur Dedi Mulyadi Atur Ulang Waktu Kerja Pegawai Pemprov Jabar

Beda lagi dengan konsep kepariwisataan. Menurut dia, kalau konsep pariwisata bagaimana caranya menahan kunjungan selama mungkin, terus menyerap uang sebanyak-banyaknya tapi mereka senang.

Endang menyampaikan, masih banyak hal lainnya yang perlu ditata dan diselesaikan pada proyek revitalisasi dan penataan Situ Lengkong itu. Kalau konsep pembangunannya seperti ini sangat tidak menyentuh sebagai wisata ziarah.

“Ada persoalan lain yang bakal muncul, semula pelaku usaha yang ada di area bagian dalam ini berjumlah 44 orang, sedangkan yang sekarang dibangun hanya 20 kios, selebihnya untuk diorama,” tanya dia.

Endang berharap jika memang telah selesai dibangun, pintu gerbangnya bisa segera dibuka untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baca Juga:   Pesan Menohok Gubernur Dedi Mulyadi di West Java Festival: “Pedagang Harus Jujur, Jangan Bohongi Pembeli!”

“Ya jangan dilama-lama, kalau memang sudah beres dibuka saja,” harap dia yang mengaku sejak 1 Agustus 2023 sampai Januari 2024 tak ada pengunjung ziarah yang membeli lantaran gerbang utamanya masih tertutup.

Pantauan GOSIPGARUT.ID kawasan Situ Lengkong yang dibangun oleh Pemprov Jawa Barat itu terlihat ditinggalkan oleh pihak kontraktor pelaksananya. Setidaknya, di kawasan itu tidak terlihat adanya pegawai proyek yang sedang bekerja.

Mirisnya lagi, pihak kontraktor meninggalkan pekerjaan yang belum rampung, dan bekas bahan material pembangunan yang berserakan. (Tomril)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *