GOSIPGARUT.ID — Pembangunan Masjid Jami Al Barokah di Kampung Tipar, Desa Sukamaju, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, dianggap super cepat. Pasalnya, masjid bergaya industrialis modern itu, dibangun hanya memakan waktu selama 99 jam atau empat hari lebih.
Dengan kecepatan proses pembangunannya itu, maka tak heran jika Museum Rekor Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada pelaksana pembangunan masjid tersebut dalam katagori “Bangun Masjid Tercepat”. Adapun sebagai pelaksana dari pembangunan Masjid Al Barokah adalah Yayasan Masjid Nusantara.
Tak diperoleh keterangan soal berapa luas bangunan dan besarnya anggaran yang ditelan oleh pembangunan Masjid Al Barokah yang kemudian berganti nama menjadi Al Barokah 99 itu. Musababnya, pihak Yayasan Masjid Nusantara saat dikonfirmasi ihwal itu lewat pesan Watsapp Jumat (25/11/2022) tidak meresponnya.
Begitu pula ketika ditanya jumlah pegawai yang dilibatkan dalam pembangunan masjid sehingga prosesnya super cepat, pesan yang dikirim hanya dibaca dengan tanda centang biru dua. Sementara jawaban atas pertanyaan itu tidak ada.
Dikutip dari website Yayasan Masjid Nusantara, bahwa Masjid Jami Al Barokah 99 telah diremikan penggunaannya oleh pihak yayasan. Peresmiannya berlangsung Selasa, (25/10/2022) lalu. Hadir dalam acara itu Direktur Masjid Nusantara, Pras Purworo.

“Masjid Al Barokah berganti nama menjadi Masjid Al Barokah 99, karena kami membangunnya dalam kurun waktu 99 jam,” kata Pras Purworo, saat peresmian.
Menurut dia, penamaan 99 ini juga merujuk pada jumlah Asmaul Husna. Pras Purworo berharap, keberadaan masjid ini menjadi tempat berbagi kebaikan bagi Kampung Tipar dan sekitarnya.
Disebutkan, awalnya sempat muncul keraguan akan pembangunan masjid selama 99 jam itu. Namun, arsitek pembangunan, Luthfi Maknun Maulana, sigap mengawasi pembangunan siang malam demi memenuhi target waktu.
“Alhamdulillah, meski sempat terhambat hujan, pembangunan masjid pelosok berkonsep industrial modern ini selesai tepat waktu. Meski mengejar waktu, material yang kami pakai tetap berkualitas,” kata Luthfi.
Warga menyambut hangat kehadiran masjid ini. Bagaimana tidak, sebelum ini warga beribadah di masjid yang sudah lapuk. Padahal, semangat mereka begitu tinggi dalam memakmurkan masjid. ***



.png)











