Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More

Ada 225 Kejadian Bencana di Garut pada Tahun 2021, Terbanyak di Talegong

  • Bagikan
Longsor di Talegong menimbun jalan dan sawah, Jumat (4/11/2021). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada 225 kejadian bencana. Dua kecamatan dengan frekuensi bencana tertinggi adalah Talegong terdapat lebih dari 20 kejadian dan Singajaya lebih dari 15 kejadian.

Berdasarkan data itu, bencana tanah longsor adalah yang paling mendominasi yaitu 156 kejadian. Juga terdapat bencana banjir 36 kejadian, banjir bandang tiga kejadian, angin puting beliung 10 kejadian, kebakaran enam kejadian, dan 15 kejadian bencana lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kejadian bencana tersebut.

Baca Juga:   Garut Alokasikan Anggaran Alat Kesehatan Penanganan Corona Sebesar Rp2,5 Miliar

“Kami akan memperbanyak komunikasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana di kalangan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana. Supaya ketika terjadi bencana, masyarakat sudah bisa mitigasi secara mandiri,” kata dia, Minggu (9/1/2022).

Menurut Budi, masyarakat Kabupaten Garut pada dasarnya sudah memiliki pemahaman terkait mitigasi bencana. Namun, upaya sosialisasi tetap harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, mitigasi bencana akan meminimalisir timbulnya korban jiwa akibat kejadian bencana.

Berdasarkan data yang ada, selama satu tahun kemarin, tak ada korban jiwa akibat kejadian bencana. Namun, sebanyak 5.622 jiwa terdampak dan ratusan unit rumah warga terdampak, di antaranya 45 unit rusak berat, 63 unit rusak sedang, 86 unit rusak ringan, dan 354 unit terendam.

Baca Juga:   Kades Nyalindung Kebingungan Droping Beras Bantuan dari Bulog untuk Penerima BST Tekor

Selain untuk fasilitas umum, terdapat 17 fasilitas pendidikan, tujuh fasilitas ibadah, dua fasilitas kesehatan, 26 fasilitas umum, enam kantor pemerintahan, 244 unit kios, 984 meter jalan, dan 31 titik jembatan, yang terdampak bencana selama 2021. Selain itu, 38.982 meter persegi sawah dan kebun, 24 unit perternakan, serta 2.865 meter TPT, juga terdampak bencana.

Dengan masifnya dampak dari kejadian bencana di Kabupaten Garut selama satu tahun terakhir, Budi mengatakan, harus ada upaya lain dalam melakukan mitigasi. Karena itu, pihaknya akan melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan mitigasi bencana di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   MUI Garut Mendukung Penolakkan Para Pihak Terhadap RUU HIP

“Kami akan berkirim surat agar mereka dapat melakukan kajian di lokasi yang sering terjadi bencana. Lalu dibuat treatment untuk mitigasinya,” kata dia.

Budi mencontohkan, kondisi geografis di Kecamatan Talegong itu banyak terdapat tebing tinggi. Sementara di sana juga terdapat banyak warga yang tinggal di lereng-lereng bukit.

“Itu yang akan menjadi fokus kami untuk dikaji. Apakah perlu menyesuaikan struktur bangunan, atau relokasi. Pun harus relokasi, tempat barunya juga harus diperiksa. Jangan sampai ke tempat rawan lagi,” kata dia. (ROL)

  • Bagikan

Comment