Diguyur Hujan, Jembatan Darurat di Banjarwangi Hanyut Terbawa Luapan Air

Diguyur Hujan, Jembatan Darurat di Banjarwangi Hanyut Terbawa Luapan Air

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
42 Penyuluh Pertanian Distan Garut Ikuti Bimbingan Teknis Podcast

42 Penyuluh Pertanian Distan Garut Ikuti Bimbingan Teknis Podcast

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Kejaksaan Sidik Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Garut yang Rugikan Negara Rp1,2 Miliar

Kejaksaan Sidik Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Garut yang Rugikan Negara Rp1,2 Miliar

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Anak Usia 5 Tahun Ini Kalahkan para Juara Bulutangkis dari 4 Kecamatan Garut Selatan

Anak Usia 5 Tahun Ini Kalahkan para Juara Bulutangkis dari 4 Kecamatan Garut Selatan

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Wabup Garut dan Wagub Jabar Berharap para Jurnalis Perkuat Mitigasi Bencana

Wabup Garut dan Wagub Jabar Berharap para Jurnalis Perkuat Mitigasi Bencana

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Kadis PMD Garut Jalan Kaki Sejauh Dua Kilometer untuk Tinjau Potensi Wisata Desa Sukajaya

Kadis PMD Garut Jalan Kaki Sejauh Dua Kilometer untuk Tinjau Potensi Wisata Desa Sukajaya

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Kantor DPRD Garut Digeledah Kejari, LBH Padjajaran: Itu karena Tidak Kooperatif

Kantor DPRD Garut Digeledah Kejari, LBH Padjajaran: Itu karena Tidak Kooperatif

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Terancam Ambruk karena Pergerakan Tanah, Kantor Desa Panggalih Bakal Direlokasi

Terancam Ambruk karena Pergerakan Tanah, Kantor Desa Panggalih Bakal Direlokasi

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Pemprov Jabar Usul Bentuk Gugus Tugas Honorer sebagai Jembatan Aspirasi

Pemprov Jabar Usul Bentuk Gugus Tugas Honorer sebagai Jembatan Aspirasi

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Rider Sepeda Asal Garut Siap Berkompetisi di “Enduro World Series” Eropa

Rider Sepeda Asal Garut Siap Berkompetisi di “Enduro World Series” Eropa

GOSIPGARUT.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada...
Read More
Berita  

Ada 225 Kejadian Bencana di Garut pada Tahun 2021, Terbanyak di Talegong

Longsor di Talegong menimbun jalan dan sawah, Jumat (4/11/2021). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merilis data kejadian bencana selama 2021. Dalam setahun itu, setidaknya ada 225 kejadian bencana. Dua kecamatan dengan frekuensi bencana tertinggi adalah Talegong terdapat lebih dari 20 kejadian dan Singajaya lebih dari 15 kejadian.

Berdasarkan data itu, bencana tanah longsor adalah yang paling mendominasi yaitu 156 kejadian. Juga terdapat bencana banjir 36 kejadian, banjir bandang tiga kejadian, angin puting beliung 10 kejadian, kebakaran enam kejadian, dan 15 kejadian bencana lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kejadian bencana tersebut.

Baca Juga:   Menparekraf Sandiaga Uno: Garut Merupakan Jalur Baru Pariwisata di Jawa Barat

“Kami akan memperbanyak komunikasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana di kalangan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana. Supaya ketika terjadi bencana, masyarakat sudah bisa mitigasi secara mandiri,” kata dia, Minggu (9/1/2022).

Menurut Budi, masyarakat Kabupaten Garut pada dasarnya sudah memiliki pemahaman terkait mitigasi bencana. Namun, upaya sosialisasi tetap harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, mitigasi bencana akan meminimalisir timbulnya korban jiwa akibat kejadian bencana.

Berdasarkan data yang ada, selama satu tahun kemarin, tak ada korban jiwa akibat kejadian bencana. Namun, sebanyak 5.622 jiwa terdampak dan ratusan unit rumah warga terdampak, di antaranya 45 unit rusak berat, 63 unit rusak sedang, 86 unit rusak ringan, dan 354 unit terendam.

Baca Juga:   Desa Pamalayan Bangun Jalan, TPT, dan Rabat Beton Senilai Rp117 Juta Lebih, Warga Gembira

Selain untuk fasilitas umum, terdapat 17 fasilitas pendidikan, tujuh fasilitas ibadah, dua fasilitas kesehatan, 26 fasilitas umum, enam kantor pemerintahan, 244 unit kios, 984 meter jalan, dan 31 titik jembatan, yang terdampak bencana selama 2021. Selain itu, 38.982 meter persegi sawah dan kebun, 24 unit perternakan, serta 2.865 meter TPT, juga terdampak bencana.

Dengan masifnya dampak dari kejadian bencana di Kabupaten Garut selama satu tahun terakhir, Budi mengatakan, harus ada upaya lain dalam melakukan mitigasi. Karena itu, pihaknya akan melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan mitigasi bencana di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Langganan Bencana, Pemkab Garut Anggarkan BTT Rp22 Miliar di 2020

“Kami akan berkirim surat agar mereka dapat melakukan kajian di lokasi yang sering terjadi bencana. Lalu dibuat treatment untuk mitigasinya,” kata dia.

Budi mencontohkan, kondisi geografis di Kecamatan Talegong itu banyak terdapat tebing tinggi. Sementara di sana juga terdapat banyak warga yang tinggal di lereng-lereng bukit.

“Itu yang akan menjadi fokus kami untuk dikaji. Apakah perlu menyesuaikan struktur bangunan, atau relokasi. Pun harus relokasi, tempat barunya juga harus diperiksa. Jangan sampai ke tempat rawan lagi,” kata dia. (ROL)

Comment