GOSIPGARUT.ID — Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) kepada warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, hampir saja rampung. Dari sembilan desa yang ada, sebagian besar sudah membagikan BLTDD-nya.
Dalam setiap pembagian BLTDD di tiap desa, pihak pemerintah desa selalu melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisewu. Itu dimaksudkan agar dalam pembagian BLTDD benar-benar transparan dan bebas dari praktik penyelewengan.
“Kehadiran Forkopimcam (Camat, Kapolsek, dan Danramil) dalam setiap pembagian BLTDD, merupakan hal baik. Karena kehadirannya merupakan bentuk pemantauan dan monitoring langsung pihak pemerintah terhadap pelaksanaan pembagian BLTDD agar berjalan baik,” kata Abdul Haris, salah seorang warga Kecamatan Cisewu, Senin (18/5/2020).
Selain itu, sambung dia, kehadiran Forkopimcam dalam pembagian BLTDD, juga untuk memastikan bahwa penerima BLTDD adalah warga yang layak menerima dan tidak menerima bantuan lain, seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), serta bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.
Buktinya, ketika pembagian BLTDD di GOR Desa Cisewu pada Minggu (17/5/2020) kemarin, Camat Hery, berani mempertaruhkan uang sebesar Rp300 ribu bagi warga penerima BLTDD yang mau berbicara jujur bahwa dirinya juga sebagai penerima bantuan lain.
“Saya minta Bapak-bapak dan Ibu-ibu untuk berbicara jujur, siapa yang mendapat bantuan selain BLTDD? Yang berbicara jujur akan saya beri uang Rp300 ribu,” ujar Camat.
Mendengar tantangan Camat Hery demikian, di antara 102 penerima BLTDD yang hadir di GOR Desa Cisewu, seorang pun tidak ada yang menjawab atau meresponnya. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa penerima BLTDD di Cisewu tidak menerima bantuan lain. (Son)



.png)











