GOSIPGARUT.ID — Baru beberapa pekan menjabat sebagai Camat Cisewu, Ade Poniman, langsung menunjukkan gaya kerjanya yang cepat dan terjun langsung ke lapangan. Tanpa banyak seremoni, pejabat baru ini memilih menempuh jalan terjal menuju desa-desa di wilayah paling selatan Kabupaten Garut.
Rabu (22 Oktober 2025), selepas memimpin upacara Hari Santri Nasional di Lapang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Garut, Ade langsung bertolak menuju Desa Girimukti, sekitar 20 kilometer dari pusat Kecamatan Cisewu untuk melakukan pembinaan dan monitoring evaluasi (monev).
Perjalanan itu bukan perkara ringan. Jalan berbatu, turunan curam, dan kondisi aspal yang rusak menjadi rute wajib bagi rombongan kecil yang dipimpinnya. Mereka memilih menunggang sepeda motor agar bisa menembus medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
“Selepas memimpin upacara Hari Santri Nasional, Pak Camat langsung ke Girimukti untuk melaksanakan pembinaan dan monev ke desa-desa,” ujar Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cisewu, Yudiawan Apandi, kepada GOSIPGARUT.ID.
Menurut Yudiawan, langkah cepat yang diambil Ade Poniman menjadi sinyal awal dari kepemimpinannya di Cisewu—seorang birokrat yang lebih memilih bekerja di lapangan ketimbang di balik meja.
Bukan hanya Girimukti, Ade juga telah menyiapkan agenda serupa untuk delapan desa lainnya: Cisewu, Mekarsewu, Nyalindung, Pamalayan, Panggalih, Sukajaya, Karangsewu, dan Cikarang. Dua di antaranya—Cikarang dan Karangsewu—terpencil dan berjarak cukup jauh dari pusat kecamatan, dengan kondisi jalan yang disebut warga “lebih cocok untuk motor trail daripada mobil dinas.”
“Dalam hal pekerjaan, Pak Camat bisa dibilang gerak cepat,” kata Kaja, salah seorang staf Kecamatan Cisewu.
Pembinaan yang dilakukan mencakup penataan administrasi pemerintahan desa, evaluasi pembangunan fisik, serta pemantauan penggunaan anggaran tahun 2025. Ade disebut ingin memastikan bahwa setiap program berjalan tepat sasaran, terutama di wilayah yang selama ini jarang tersentuh perhatian birokrasi.
Langkah itu mendapat sambutan positif dari sejumlah kepala desa. Mereka menilai kehadiran camat baru membawa suasana kerja yang lebih dinamis dan kolaboratif.
“Biasanya pejabat baru butuh waktu adaptasi. Tapi Pak Ade langsung turun ke lapangan, bahkan ke desa paling jauh. Itu menunjukkan keseriusannya,” ujar seorang kepala desa yang enggan disebut namanya. ***



.png)











