GOSIPGARUT.ID — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut selama ini mengira bahwa tujuh ruang kelas yang dimiliki SDN 4 Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, tidak memiliki masalah berat. Dalam data pokok pendidikan (dapodik) yang selalu diupdate sekolah itu menyatakan bahwa seluruh ruang kelas SDN 4 Sukahati berkondisi rusak ringan.
Namun bagaimana faktanya? Ternyata apa yang tercantum dalam dapodik sangat berlainan dengan kenyataan sebenarnya. Ketika Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Garut, Ade Manadin, meninjau langsung kondisi ruang kelas SDN 4 Sukahati belum lama ini, nyatanya sangat memprihatinkan. Ketujuh ruang kelasnya dalam kondisi rusak parah.
“Kondisinya sangat memprihatinkan, ketujuh ruang kelas yang ada semuanya rusak parah. Saya sudah melihat langsung ke lapangan. Nyatanya, apa yang tercantum dalam dapodik berlainan dengan kondisi sebenarnya,” kata Kabid SD Disdik Garut, Ade Manadin, dalam keterangan persnya yang diterima Minggu pagi, 1 September 2019.
Ia menjelaskan, seluruh ruang kelas SDN 4 Sukahati masih terdiri dari atap asbes. Artinya, sejak ketujuh ruang kelas tersebut dibangun pada tahun 1984 lalu, belum mengalami perbaikan. Kondisi terparah terjadi pada bagian lantai, semuanya hancur. Selain itu, pada bagian dinding bangunan terjadi retak-retak dan tembokan yang lapuk.
“Kalau kondisi bangunan ini dibiarkan, saya khawatir tiba-tiba terjadi bangunan roboh. Apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan, PBM bisa-bisa terganggu,” ujar Ade Manadin.
Menurut dia, Disdik Garut mengharapkan perbaikan ruang kelas SDN 4 Sukahati dilakukan secepatnya. Sekarang, lanjut Ade, pihaknya tengah berusaha mencari sumber anggaran untuk perbaikan itu karena kalau dari dana alokasi khusus (DAK) 2019 sudah tidak mungkin mengingat anggaran DAK sudah habis dialokasikan.

“Untuk menyelematkan bagunan sekolah itu harus dilakukan perbaikan di tahun 2019. Saya sudah melaporkan hal itu kepada Bapak Bupati, dan mudah-mudahan bisa diperbaiki dari anggaran bencana alam,” tegas Ade.
Terpisah, Kepala SDN 4 Sukahati, Yuyan Suryandi, mengaku senang dengan tinjauan langsung yang dilakukan Kabid SD Disdik Garut terhadap kondisi ruang kelas sekolahnya. Mengingat tingkat kerusakannya sudah cukup parah, ia pun berharap perbaikan dilakukan secepatnya.
“Saat meninjau ke sini Pak Kabid mengatakan kepada saya akan mengusahakan perbaikan ruang kelas pada tahun 2019. Tapi kalau tidak bisa tahun ini, paling di tahun 2020,” ujar Yuyan.
Menyinggung soal data kondisi ruang kelas dalam dapodik yang berbeda dengan kenyataan sebenarnya, ia mengaku heran kenapa hal itu bisa terjadi. Yuyan juga mengaku baru mengetahui kalau data di dapodik dengan fakta lapangan berbeda. Pasalnya, Yuyan baru menjabat Kepala SDN 4 Sukahati sejak Mei 2019.
“Saya baru mutasi ke sini, sebelumnya saya bertugas di SDN 6 Mangkurayat. Untuk memperbaiki data di dapodik, kami sudah melakukan pengecekan dan pengukuran ulang,” jelas dia.
Menurut Yuyan, sejak dibangun tahun 1984, sebenarnya dua ruang kelas SDN 4 Sukahati sudah pernah direhab ringan, di mana perbaikannya berupa penggantian atap dari asbes ke genting. “Namun, lantaran hanya rehab ringan, sekarang kondisi dua ruang kelas itu sudah rusak lagi,” katanya. ***



.png)











