Berita

Nelayan Pantai Selatan Garut Kesulitan Menjual Ikan Hasil Tangkapannya

×

Nelayan Pantai Selatan Garut Kesulitan Menjual Ikan Hasil Tangkapannya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Para nelayan dengan ikan hasil tangkapannya.

GOSIPGARUT.ID — Nelayan di pantai selatan Kabupaten Garut mengaku kesulitan menjual beberapa jenis ikan hasil tangkapan melautnya ke pasaran kota besar sehingga nelayan mengalami penurunan pendapatan dari hasil melaut sejak Maret 2020.

“Yang bisa dijual cuma ikan jenis layur saja, ikan yang lain susah dijualnya.Tengkulak enggak mau, susah dijual,” kata Ketua Kelompok Nelayan Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Asep Hidayat, saat dihubungi wartawan, Kamis (7/5/2020).

Ia menuturkan sejumlah nelayan di wilayah Rancabuaya masih ada yang melaut mencari ikan laut untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonominya setiap hari di tengah wabah Covid-19.

Baca Juga:   Panduan Lengkap Pengiriman Paket ke Luar Negeri untuk Pemula

Hasil tangkapan ikan di laut itu, kata Asep, tidak semuanya bisa dijual ke pasaran, seperti jenis ikan kerapu, tongkol, maupun tenggiri ditolak oleh tengkulak. “Jadi kalau sekarang dapat ikan, selain layur, itu buat konsumsi nelayan saja, tidak bisa dijual,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Asep, jenis ikat seperti tongkol, kerapu dan tenggiri merupakan jenis ikan yang bagus di pasaran, bahkan menjadi komoditas ekspor. Namun dalam kondisi saat ini pasar di sejumlah daerah seperti wilayah Jakarta, Pelabuhanratu, dan Pangandaran, hanya mau menerima jenis ikan layur.

Baca Juga:   Pelaksanaan Porkab Garut Diundur Hingga Tahun 2021 karena Pandemi Covid-19

“Kami saat ini cuma mengandalkan dari layur untuk dapat penghasilan,” katanya.

Asep menyampaikan jenis ikan layur saat ini pada kisaran Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram, rata-rata para nelayan menangkap ikan layur sebanyak 30 sampai 90 kilogram, tergantung kondisi di laut.

Namun hasil dari penjualan itu, kata dia, keuntungannya tidak untuk sendiri, melainkan harus dibagi-bagi dengan anak buah kapal, kemudian membayar bahan bakar ke tengkulak. “Sekali melaut itu paling bagus bisa bawa uang ke rumah Rp500 ribu,” ujar Asep. (Ant)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *