GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut memastikan Garut International Kite Festival 2026 yang akan digelar pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan Citepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya penyelenggaraan festival layang-layang bertaraf internasional tersebut sepenuhnya ditanggung pihak swasta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan pemerintah daerah hanya berperan memberikan dukungan berupa fasilitasi dan pendampingan agar penyelenggaraan acara berjalan lancar.
Menurut Beni, festival tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan investor dan penyelenggara, yakni PT Graha 165 yang berbasis di Jakarta. Karena itu, seluruh kebutuhan pendanaan menjadi tanggung jawab penyelenggara tanpa menggunakan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Garut.
“Semua pembiayaan ditanggung oleh penyelenggara. Pemerintah daerah memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi dan koordinasi agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” ujar Beni, Selasa (28/7/2026).
Meski tidak menggelontorkan anggaran khusus, Pemkab Garut tetap mengerahkan sejumlah perangkat daerah untuk mendukung kelancaran acara. Dukungan itu meliputi peningkatan akses menuju lokasi festival, penyediaan penerangan, penanganan kebersihan, bantuan perizinan, hingga penyajian pertunjukan seni budaya khas Garut.
Disparbud juga melakukan pembinaan terhadap sanggar-sanggar seni yang akan tampil selama festival berlangsung. Langkah tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Garut kepada peserta dan wisatawan mancanegara yang hadir.
Garut International Kite Festival 2026 akan berlangsung di kawasan kaki Gunung Papandayan dengan menghadirkan peserta dari 12 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia. Selain itu, komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia juga dijadwalkan ikut berpartisipasi.
Kepala Disparbud menilai penyelenggaraan festival internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan wisatawan diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama lima hari penyelenggaraan, Pemkab Garut menargetkan lebih dari 20.000 wisatawan berkunjung ke kawasan Papandayan. Target itu diharapkan semakin memperkuat citra Garut sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional. (Yuyus)



.png)







