GOSIPGARUT.ID — Perebutan kursi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut memasuki babak penentuan. Sebanyak sepuluh kandidat yang lolos penyaringan tingkat daerah bersiap menghadapi tahap uji wawancara di Baznas Pusat pada 11 November 2026.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mewanti-wanti agar proses penyaringan di tingkat pusat terbebas dari praktik bagi-bagi jatah atau sekadar mengakomodasi keterwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Menurut dia, pengisian takhta kepemimpinan lembaga pengumpul dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini wajib mengedepankan kriteria integritas, profesionalisme, serta rekam jejak.
”Posisi ini memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang amat besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana umat yang bersumber dari kepercayaan publik,” kata Syakur saat ditemui di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin, 2 November 2026.
Ia menekankan, Baznas Garut tidak boleh dikelola dengan gaya birokrasi stagnan. Pemimpin baru nantinya dituntut menghadirkan inovasi dan terobosan konkret untuk mendongkrak realisasi penghimpunan ZIS, sekaligus memangkas celah penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Selain perbaikan tata kelola di internal lembaga, Pemerintah Kabupaten Garut menaruh harapan agar nakhoda baru Baznas mampu menjalin sinergi yang lebih presisi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan jaring pengaman sosial.
Sepuluh nama yang bertolak ke Jakarta merupakan hasil pemerasan Panitia Seleksi (Pansel) tingkat kabupaten. Pemkab Garut mendesak agar tahapan pengujian di pusat berlangsung transparan, objektif, dan independen. Kehadiran figur yang kredibel dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan serta memperkuat kepatuhan warga dalam menyalurkan zakat di Garut. (Yuyus)















