GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut Putri Karlina turun gunung mengawal langsung kontingen Kabupaten Garut pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Kontingen, Putri memilih memfokuskan energinya pada penguatan mental dan dukungan moral bagi para atlet yang berlaga.
Meski memegang kendali komando kontingen, Putri menegaskan dirinya tidak mencampuri urusan dapur teknis kepelatihan. Ia memilih memposisikan diri sebagai penyemangat utama, mendampingi para atlet sejak persiapan hingga detik-detik upacara pembukaan.
”Saya menjalankan tugas mendampingi teman-teman, terutama saat opening ceremony. Kalau untuk pelatihan, saya tidak terlalu banyak ikut campur. Saya hanya bisa mendoakan dan berharap anak-anak ini berprestasi serta membawa pulang medali,” ujar Putri.
Secara matematis, kontingen Garut mematok target perolehan di kisaran 50 medali. Namun, di balik angka tersebut, Putri melunak pada esensi yang lebih substantif: memberi ruang seluas-luasnya bagi para atlet untuk unjuk gigi dan menimba pengalaman kompetitif. Baginya, bisa tampil di arena provinsi saja sudah menjadi pencapaian psikologis tersendiri bagi para atlet muda daerah.
Kendati demikian, bayang-bayang klasik dunia olahraga daerah tidak sepenuhnya absen. Putri secara terbuka mengakui bahwa kontingen Garut masih menghadapi kendala finansial, terutama minimnya sokongan dari sektor swasta. Ia berharap torehan prestasi di lapangan hijau maupun arena tarung mampu menjadi daya tarik ampuh untuk memikat para sponsor di masa depan.
”Anak-anak sudah bisa ikut bertanding saja sudah senang sekali. Memang masih ada kekurangan, tetapi insyaallah kami terus berupaya,” ungkapnya blak-blakan. Bagi Putri, suntikan dana dari sponsor adalah kunci krusial untuk menopang rantai pembinaan jangka panjang.
Dari peta kekuatan tanding, Garut kembali menyandarkan asa pada cabang olahraga tradisional dan bela diri yang selama ini menjadi lumbung tradisional. Pencak silat dan tarung derajat diproyeksikan sebagai garis depan pendulang medali emas.
Putri optimistis para pahlawan olahraga lokal yang pernah mendulang emas di masa lalu mampu mempertahankan mahkota juara mereka. ”Semoga yang dulu menang, sekarang bisa menang lagi,” ucapnya penuh harap.
Lebih dari sekadar kalkulasi medali, keikutsertaan di Porprov Jabar dibidik sebagai kawah candradimuka pembentukan mentalitas petarung. Pemerintah Kabupaten Garut berharap pengalaman berharga ini melecut motivasi para atlet untuk terus meniti tangga prestasi, sekaligus membuka mata berbagai pihak—khususnya korporasi—untuk lebih serius berinvestasi pada masa depan olahraga Garut. (Yuyus)






















