GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut terus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja melalui program pelatihan vokasi berbasis kompetensi yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan. Sepanjang 2026, hampir 1.000 warga telah mengikuti berbagai pelatihan siap kerja, mulai dari budidaya kopi, barista, pengolahan ikan, hingga pembuatan sepatu yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Garut, Nia Gania, mengatakan salah satu program yang saat ini masih berjalan diikuti sekitar 420 peserta. Mereka berasal dari kalangan petani kopi hingga mahasiswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan.
“Peserta mengikuti pelatihan budidaya kopi, barista, dan pengolahan ikan. Untuk pemberangkatan dilakukan secara bertahap, dengan total sekitar 96 orang pada gelombang terakhir,” ujar Nia.
Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut tidak hanya menyasar pencari kerja baru, tetapi juga masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satunya adalah kelompok ibu-ibu korban PHK yang mendapatkan pelatihan pengolahan ikan sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha maupun memperoleh pekerjaan baru.
Menurut Nia, salah satu nilai tambah dari program tersebut adalah seluruh peserta memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat itu menjadi pengakuan resmi atas kemampuan peserta sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka saat memasuki pasar kerja.
Selain itu, pelaksanaan program sebagian besar dibiayai oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Pemerintah Kabupaten Garut hanya memberikan dukungan berupa konsumsi peserta, sedangkan kebutuhan sarana, prasarana, hingga penyelenggaraan pelatihan sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat.
“Pembiayaan pelatihan berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pemkab Garut hanya memfasilitasi kebutuhan konsumsi peserta,” kata Nia.
Ia menambahkan, selain pelatihan yang dilaksanakan di Lembang, Disperindag ESDM juga telah menuntaskan 14 paket pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang. Adapun di Lembang tersedia tiga paket pelatihan yang dilaksanakan dalam empat kali pemberangkatan karena keterbatasan kapasitas asrama.
Program peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut akan terus berlanjut. Pada Agustus 2026 mendatang, Kementerian Ketenagakerjaan dijadwalkan kembali membuka sekitar 20 paket pelatihan BLK yang akan dilaksanakan di Kabupaten Garut. Dalam program itu, pemerintah daerah tetap berperan sebagai pelaksana di tingkat daerah tanpa menggunakan anggaran APBD.
“Kalau dijumlahkan dengan seluruh program yang sudah berjalan tahun ini, sekitar 1.000 orang sudah kami latih. Salah satu yang paling banyak pesertanya adalah pelatihan pembuatan sepatu untuk kebutuhan penempatan kerja di perusahaan. Pelatihannya sudah selesai dan saat ini peserta sedang mengikuti proses uji seleksi di perusahaan,” jelas Nia. (Yuyus)



.png)













