GOSIPGARUT.ID — Kapolsek Cibatu, Iptu Amirudin Latif, angkat bicara menanggapi video viral yang diunggah akun TikTok Aceng99, berisi keluhan seorang sopir asal Garut yang bekerja di Arab Saudi terkait dugaan penggelapan mobil oleh seorang oknum polisi.
Dalam pernyataannya, Iptu Amirudin menegaskan bahwa sosok yang disebut dalam video tersebut, Adrian Adi Saputra, bukan anggota Polsek Cibatu, sebagaimana disinggung oleh korban.
“Terima kasih atas informasinya, Pak Aceng. Saya hanya ingin memastikan bahwa yang bersangkutan, Adrian Adi Saputra, itu bukan anggota Polsek Cibatu. Tapi memang betul, anggota Polres Garut,” ujar Amirudin dalam video klarifikasinya.
Ia menjelaskan bahwa Adrian memang pernah berdinas di Polsek Cibatu, namun pada periode sebelum dirinya menjabat sebagai Kapolsek. “Sebelum zaman saya, jadi saya tidak tahu persis riwayatnya. Tapi enggak jadi masalah,” katanya.
Seluruh Unsur Kepolisian Bergerak
Lebih jauh, Iptu Amirudin menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran kepolisian lain telah merespons laporan yang disampaikan oleh Aceng.
“Hari ini, seluruh elemen kepolisian bergerak. Mulai dari Propam, Sancang, Reskrim, sampai Intel, sedang mencari Saudara Adrian,” ujarnya.
Amirudin memastikan koordinasi terus dilakukan dan menekankan bahwa dirinya tidak marah atas video tersebut. “Yang pasti, bukan anggota saya. Itu saja dari saya mah. Enggak marah, insyaallah,” ucapnya.
Kronologi Keluhan Sopir Garut yang Viral
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 3 menit 47 detik yang diunggah akun TikTok Aceng99 mendadak menyita perhatian publik. Dalam video itu, seorang pria asal Garut yang bekerja sebagai sopir bus dan taksi di Arab Saudi menyampaikan keluhan keras terkait dugaan penggelapan mobil oleh oknum polisi berinisial A.
Dengan suara menahan emosi, Aceng mengaku telah bekerja siang-malam untuk mencicil sebuah Daihatsu Sigra. Mobil tersebut kemudian dipinjam oknum polisi itu dengan alasan hanya untuk digunakan di sekitar Garut. Namun, mobil tak pernah kembali.
Belakangan, ia mendapat informasi bahwa mobilnya telah dijual ke wilayah Samarang seharga sekitar Rp35 juta.
“Saya di sini jungkir balik, siang nyetir bus, malam narik taksi. Uang sedikit dipakai bayar mobil, eh dirampok sama si oknum polisi itu,” keluhnya dalam video.
Aceng juga mengaku telah mengantongi biodata dan foto oknum tersebut. Ia mengungkapkan bahwa upayanya mengambil mobil secara baik-baik gagal karena dihadang sekelompok orang.
Dalam pengakuannya, Aceng menyebut oknum polisi berinisial A itu diduga kerap melakukan tindakan serupa. “Katanya dia sudah berkali-kali melakukan. Kenapa bisa? Berarti hukumannya ringan, tidak ada efek jera,” katanya.
Ia berharap Kapolres Garut turun tangan karena kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. ***



.png)









