Berita

Diserang Kritik soal Pendidikan Garut, Bupati Syakur: “Ini Warisan Rezim Sebelumnya”

×

Diserang Kritik soal Pendidikan Garut, Bupati Syakur: “Ini Warisan Rezim Sebelumnya”

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan klarifikasi setelah dihujani kritik terkait buruknya tata kelola pendidikan di Garut. Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan kepada GOSIPGARUT.ID, Kamis (11/9/2025), ia menegaskan bahwa persoalan pendidikan di Garut bukanlah hasil kebijakan pemerintahannya, melainkan warisan dari rezim sebelumnya.

“Kesannya jadi salah kami. Padahal itu temuan yang akan kami jadikan dasar bagi kebijakan, kegiatan, dan program kerja kami di masa yang akan datang,” tulis Syakur dalam pernyataannya.

Data buruk, kritik mengalir

Baca Juga:   Garut Jadi Laboratorium Pertanian Modern, Bupati Syakur Dukung Penuh Program ICARE Kementan

Sorotan terhadap pendidikan Garut bermula dari paparan Syakur pada Selasa (9/9/2025), saat ia mengungkap data yang mencengangkan: IPM Garut hanya 69,9 dan berada di posisi 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Angka tersebut jauh tertinggal dari rata-rata provinsi sebesar 74,92.

Selain itu, rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Garut hanya 7,85 tahun, lebih rendah dari capaian Jawa Barat 8,87 tahun. Ditambah lagi, sekitar 90 persen PKBM di Garut disebut tidak memiliki akreditasi.

Baca Juga:   Heboh Isu Sekda Garut Nurdin Yana Ajukan Pensiun Dini, Bupati Syakur: Masih Lama, Fokus Dulu APBD 2026

Namun alih-alih menuai apresiasi atas keterbukaan, langkah Syakur justru memicu kritik. Sejumlah pihak menuding kondisi pendidikan yang terpuruk tetap menjadi tanggung jawab pemerintahannya saat ini. Bahkan, slogan “Garut Hebat” yang kerap digaungkan dianggap kontras dengan realita pendidikan di lapangan.

Menanggapi hal itu, Syakur menegaskan bahwa pengungkapan kondisi pendidikan bukanlah bentuk cuci tangan, melainkan upaya memberi tahu publik mengenai tantangan yang ada sekaligus mengingatkan aparat Dinas Pendidikan untuk bekerja lebih serius.

Baca Juga:   Garut Terima Empat Kapal Baru, Bupati Syakur: Nelayan Harus Ubah Pola Pikir

“Temuan itu adalah alarm agar semua elemen, khususnya Disdik, memahami banyak hal yang harus segera dikerjakan dengan sangat serius untuk memperbaikinya,” tandas Syakur. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *