Berita

Garut Kerap Salah Sasaran Bansos, Bupati Syakur Sentil Dua Kades Anyar: “Saya Juga Mau Kalau Dikasih”

×

Garut Kerap Salah Sasaran Bansos, Bupati Syakur Sentil Dua Kades Anyar: “Saya Juga Mau Kalau Dikasih”

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin difoto bersama dua kades PAW yang baru dilantik pada Rabu sore 26 Agustus 2026 di Pamengkang Garut.

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyentil persoalan klasik karut-marut data penerima bantuan sosial (bansos) yang kerap tak tepat sasaran di wilayahnya. Sentilan ini disampaikan Syakur saat melantik dua Kepala Desa Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Pamengkang Pendopo Kabupaten Garut, Rabu, 26 Agustus 2026.

​Dua pejabat desa yang dilantik yakni Jumardi sebagai Kepala Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu (Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/KEP.413DPMD/2026) dan Ayut Sukaedi sebagai Kepala Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja (Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/KEP.420DPMD/2026).

​Di hadapan dua kades anyar tersebut, Syakur menekankan agar verifikasi dan validasi data penerima bansos di tingkat akar rumput dibenahi secara total. Ia meminta para kades tak segan memberi masukan keras kepada petugas lapangan agar bantuan Pemkab benar-benar sampai ke warga miskin.

Baca Juga:   Seleksi Sekda Garut Dibuka Juli 2026, Momentum Regenerasi Birokrasi dan Ajang Kompetisi ASN

​”Bapak/Ibu bisa memberikan saran kepada petugas di lapangan. Da dipasihan langsung saya ge hoyong (Kalau dikasih langsung saya juga mau), tapi tolong kita prioritaskan orang-orang yang memang perlu mendapatkan bantuan,” tegas Syakur.

​Selain soal bansos, Syakur menyoroti lambatnya perlindungan jaminan sosial bagi kelompok pekerja rentan di perdesaan. Ia menugaskan pimpinan desa baru ini mengejar target perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi kalangan petani dan nelayan yang selama ini minim perlindungan risiko kerja.

Baca Juga:   SEO Untuk YouTube: Strategi Jitu agar Video Banyak Penonton!

​Menurut Syakur, tekanan publik terhadap pemerintah desa saat ini kian tinggi. Para kades dituntut tak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi wajib melahirkan inovasi dan menggalang partisipasi warga untuk menyelesaikan persoalan lokal.

​”Maka Bapak tetap sabar, tenang saja, dikerjakan dan mengembangkan inovasi yang inovatif, serta yang tidak kalah penting bagaimana kita mendorong partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:   BNN Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba Saat Malam Tahun Baru di Garut

​Pelantikan dua kades PAW ini diharapkan menutup celah kekosongan kepemimpinan di Cisewu dan Cigadog, sekaligus menguji kapasitas pimpinan baru dalam mengeksekusi program prioritas daerah.

​”Selamat. Ini adalah kehormatan bagi Anda semua, tinggal laksanakan sebaik-baiknya,” kata Syakur menutup arahannya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *