Berita

Tiga Siswa “Bermasalah” SMKN 11 Garut Jadi Pasukan Upacara HUT ke-80 RI di Gasibu

×

Tiga Siswa “Bermasalah” SMKN 11 Garut Jadi Pasukan Upacara HUT ke-80 RI di Gasibu

Sebarkan artikel ini
Sejumlah siswa "bermasalah" yang telah mengikuti pendidikan karakter ala Dedi Mulyadi menjadi pasukan upacara HUT ke-80 RI di Gasibu. Termasuk tiga dari SMK 11 Garut.

GOSIPGARUT.ID — Kabar membanggakan datang dari SMK Negeri 11 Garut. Tiga siswanya yang sebelumnya tercatat bermasalah dalam kedisiplinan, kini justru berdiri tegak sebagai pasukan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Gasibu, Bandung.

Ketiganya merupakan lulusan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya angkatan V, yang digagas Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Selama sebulan, mereka ditempa di Ksatrian Marinir Cilandak, Jakarta, bersama siswa dari berbagai daerah Jawa Barat.

“Dulu siswa kami memang banyak masalah. Alhamdulillah dengan adanya program ini mereka kembali menjadi pribadi yang baik dan aktif. Bahkan kini dipercaya tampil di upacara bersama TNI dan Polri,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 11 Garut, Randi Hayatul Husna, S.Kom, Jumat (16/8/2025).

Baca Juga:   MUI Cisewu Gelar Penyuluhan di SMKN 11 Garut, Ini yang Jadi Topik Bahasannya

Dari “nakal” jadi teladan

Program Gapura Panca Waluya memang dirancang untuk menempa karakter siswa yang sulit diatur. Dedi Mulyadi merumuskan lima nilai utama: cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (rajin).

Transformasi tiga siswa SMKN 11 Garut ini dianggap bukti nyata bahwa pendidikan karakter bisa mengubah arah hidup anak muda. Dari murid yang kerap menimbulkan masalah, mereka kini justru dipercaya mewakili Jawa Barat di momen sakral kenegaraan.

Baca Juga:   SMKN 11 Garut Raih Juara Pertama di Ajang SMK Video Competition Honda 2025

Kebanggaan sekolah dan daerah

Pemilihan mereka langsung dilakukan oleh Kang Dedi Mulyadi, sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa yang berhasil menyerap nilai Panca Waluya. Bagi SMKN 11 Garut, kesempatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga bukti bahwa pendekatan pendidikan karakter mampu melahirkan generasi baru yang disiplin dan berintegritas.

“Kami bangga sekaligus terharu. Ini sejarah bagi sekolah kami, tiga anak yang dulu banyak menuai teguran kini justru jadi wajah Garut di tingkat provinsi,” tutur Randi.

Baca Juga:   Pendidikan Karakter Ala Militer Bagi Siswa Bermasalah di Jabar Diklaim Tinggi Peminat

Momen di Gasibu itu, bagi ketiga siswa dan sekolahnya, bukan hanya tentang upacara kemerdekaan, melainkan juga simbol lahirnya harapan baru: bahwa setiap anak punya kesempatan kedua untuk bangkit dan berkontribusi bagi bangsa. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *