GOSIPGARUT.ID — Lebih dari 25 ribu warga tumpah ruah di jalanan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu 17 Agustus 2025. Mereka larut dalam kemeriahan Festival Kreasi Budaya Cisurupan (FKBC) 2025, sebuah hajatan budaya yang digelar usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Camat Cisurupan, Mamun, menyebut festival ini bukan sekadar karnaval. Ia adalah panggung ekspresi budaya sekaligus etalase potensi desa. “Bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju—tema ini kami wujudkan dalam tiap konten karnaval,” kata Mamun, Senin 18 Agustus.
Dalam festival yang diikuti 10 ribu peserta dari 10 desa itu, masyarakat menampilkan berbagai kreasi. Dari miniatur Garuda raksasa, atraksi seni tradisi, hingga parade produk unggulan UMKM, pertanian, peternakan, dan perikanan. Tak ketinggalan, replika destinasi wisata Tepas Papandayan yang menjadi ikon Cisurupan.

Warga pun menyambut dengan antusias. Sepanjang jalur utama Cisurupan-Garut dipadati penonton yang jumlahnya mencapai 15 ribu orang. Jalan raya ditutup selama dua jam demi memberi ruang bagi parade raksasa itu. “Kegembiraan warga adalah bukti dukungan terhadap acara ini. Semua berlangsung aman, tertib, dan sukses,” ujar Mamun.
Selain pesta budaya, pemerintah kecamatan juga memberikan penghargaan kepada kepala desa, perangkat desa, hingga BUMDes berprestasi. “Apresiasi ini agar mereka semakin termotivasi memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Mamun berjanji, FKBC tidak akan berhenti di sini. Ia ingin menjadikannya agenda tahunan. “Festival ini adalah momentum promosi potensi desa sekaligus ruang ekspresi budaya masyarakat. Dukungan semua pihak membuat acara ini jadi modal besar bagi Cisurupan,” katanya.
Festival yang bermula dari karnaval 17 Agustus ini kini menjelma jadi pesta rakyat. Di tengah lautan manusia yang bersorak riang, Cisurupan seolah sedang menegaskan satu hal: tradisi adalah energi, budaya adalah masa depan. (Ai Karnengsih)



.png)













