GOSIPGARUT.ID — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan mengaku miris melihat temuan ribuan penerima bantuan sosial (bansos) di provinsinya justru menggunakan uang tersebut untuk judi online (judol).
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kementerian Sosial, tercatat 49.431 penerima bansos di Jabar terindikasi mengalirkan uang bantuan ke situs judol, dengan nilai transaksi mencapai Rp199 miliar.
“Ketika diberi bantuan, ternyata dipergunakan untuk judol. Ini jelas penyelewengan. Harus ditindaklanjuti, bahkan kalau perlu hentikan saja bantuannya. Masih banyak orang yang benar-benar membutuhkan,” kata Iwan, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Iwan mendesak pemerintah agar tegas menyalurkan bansos hanya kepada warga yang layak. “Kalau terbukti dipakai untuk judol, berhentikan bantuannya. Pemerintah harus berani,” ujarnya.
Ketua DPW PKS Jabar Haru Suandharu senada. Ia menilai Pemprov perlu bergerak cepat menuntaskan persoalan ini. “Memimpin Jawa Barat itu bukan seperti memimpin pertunjukan, tapi harus ada orkestrasi semua pihak—DPRD, birokrasi, gubernur, dan wakil gubernur—agar masalah ini diusut dan tidak terulang,” kata Haru.
Haru juga menegaskan agar puluhan ribu penerima bansos yang terindikasi bermain judol tidak lagi mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun. “Bansos untuk kerawanan sosial, bukan untuk hal yang tidak baik,” ujarnya. (IK)



.png)






