Jawa Barat

Pemprov Jabar Siap Ambil Alih RSUD dr Soekardjo, Dedi Mulyadi: Kita Mulai dari Audit

×

Pemprov Jabar Siap Ambil Alih RSUD dr Soekardjo, Dedi Mulyadi: Kita Mulai dari Audit

Sebarkan artikel ini
RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk mengambil alih pengelolaan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Langkah itu merespon permintaan kalangan medis dan keresahan akibat persoalan keuangan yang menjerat rumah sakit sejak dua tahun terakhir.

Dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025), Dedi mengatakan bahwa Pemprov telah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengenai kemungkinan alih kelola RSUD bertipe B tersebut.

“Wali Kota meminta waktu untuk menganalisa lebih dalam. Tapi prinsipnya, kalau diserahkan, kita siap, tentu dimulai dengan audit terlebih dahulu,” ujar Dedi.

Baca Juga:   TKD Turun Rp2,4 Triliun, Pemprov Jabar Pangkas Belanja Pegawai: Salah Satu Gaji PNS Terancam Dihapus

Rumah sakit ini dilaporkan mengalami krisis finansial, dengan tunggakan yang disebut-sebut mencapai Rp350 miliar. Kondisi itu dinilai memperburuk mutu layanan kesehatan, dan menjadi alasan utama tenaga medis menginginkan perubahan tata kelola.

Dedi menyebut, wacana alih kelola ini sejalan dengan program Pemprov Jabar untuk memperluas pengelolaan RSUD daerah, guna memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

Selain RSUD dr Soekardjo, beberapa rumah sakit lain juga ditawarkan untuk dikelola oleh provinsi. Salah satunya RSUD Sentot di Kabupaten Indramayu. Menurut Dedi, pengambilalihan RSUD tersebut bertujuan meningkatkan layanan lintas wilayah.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Kerahkan 1,4 Juta Kader PKK untuk Turunkan Angka Prevalensi Stunting

“Indramayu sudah menyatakan siap. Pak Bupati ingin layanannya menjangkau juga Subang dan Majalengka,” kata Dedi.

Bahkan Pemkab Tasikmalaya pun disebut menunjukkan sinyal yang sama. “Yang menawarkan duluan malah Pemkab Tasikmalaya,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa alih kelola RSUD sangat dimungkinkan selama ada kesepahaman antara pemerintah provinsi dan daerah. Ia menyebut alasan teknis seperti keterbatasan SDM, anggaran, atau sarana prasarana menjadi dasar logis pengalihan.

“Asalkan tujuannya meningkatkan layanan masyarakat dan dilakukan sesuai aturan, tentu tidak masalah,” kata Herman.

Baca Juga:   West Java Festival 2025 Jadi Magnet Wisata Baru, Dedi Mulyadi: Ekonomi Harus Tumbuh, Rakyat Harus Kreatif!

Ia menambahkan bahwa kesiapan Gubernur bukan untuk mengambil alih sepihak, namun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan setiap warga Jawa Barat mendapat akses kesehatan yang optimal.

Sebelumnya, para tenaga medis RSUD dr Soekardjo menggelar aksi simbolik dengan membubuhkan tanda tangan di spanduk, meminta agar rumah sakit tersebut diserahkan ke Pemprov Jabar karena keterbatasan anggaran daerah yang tidak lagi mencukupi kebutuhan pengelolaan rumah sakit rujukan itu. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *