Jawa Barat

Pemprov Jabar Kerahkan 1,4 Juta Kader PKK untuk Turunkan Angka Prevalensi Stunting

×

Pemprov Jabar Kerahkan 1,4 Juta Kader PKK untuk Turunkan Angka Prevalensi Stunting

Sebarkan artikel ini
Angka prevalensi stunting di Jawa Barat dilaporkan masih tinggi. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengerahkan sebanyak 1,4 juta kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) untuk mendampingi keluarga dalam rangka menurunkan angka prevalensi stunting (tengkes) di wilayah itu.

Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan  Pemprov Jabar mengejar target Jabar zero stunting pada 2023. Ia menyebut ada tiga hal yang akan dilakukan kader PKK itu untuk menurunkan angka prevalensi stunting.

“Ketiga jurus tersebut ialah meningkatkan dan mengoptimalkan pola asuh, pola makan, dan sanitasi,” ujar Atalia, usai sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN PASTI) Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (12/3/2022).

Menurutnya, PKK Jabar bersama BKKBN dan bidan desa juga telah membentuk Tim Pendamping Keluarga. Atalia berharap, tim yang anggotanya mencapai 37 ribu orang ini mampu menjangkau sasaran keluarga lebih dekat.

Baca Juga:   Jawa Barat Percepat Realisasi Nol Daerah Tanpa Internet, Tahun Ini Diselesaikan 359 Desa

“Tim ini berasal dari kader PKK, kader KB dan bidan desa dengan harapan menjangkau lebih dekat keluarga sasaran,” katanya.

Sebagai wakil ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Jabar, Atalia juga menggandeng 52 ribu posyandu yang akan menjadi garda terdepan penurunan stunting. Salah satu upaya yang sudah dilakukannya adalah menambah meja pelayanan posyandu yang tadinya lima menjadi enam buah. Meja keenam tersebut dikhususkan menangani permasalahan spesifik, salah satunya stunting.

“Kami juga punya jejaring dengan 52 ribu posyandu di mana salah satu gebrakannya adalah penambahan meja di posyandu yang khusus menangani permasalahan stunting,” tutur dia.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Wahidin mengungkapkan, angka prevalensi stunting di Jabar hingga tahun 2021 mengalami penurunan cukup signifikan.

Baca Juga:   Asep Lukman Asal Garut Masuk Lingkar Elite Kadin Jabar, Resmi Jabat Waketum Bidang Sosial dan Kebencanaan

Dari 31,5 persen pada 2018, angka stunting Jabar kini berada di angka 24,5 persen.

“Prevalensi stunting di Jabar tahun 2021 sebesar 24,5 persen, angka ini menurun cukup signifikan dibanding tahun 2018 yaitu 31,5 persen,” kata Wahidin.

Namun angka prevalensi ini terbilang cukup tinggi mengingat jumlah penduduk Jabar merupakan yang terbesar se-Indonesia.

“Meskipun Jabar secara persentase bukan yang tertinggi tetapi secara angka absolut karena penduduknya terpadat se-Indonesia maka angkanya cukup tinggi,” ujar Wahidin. Disparitas antarkabupaten/kota juga masih lebar. Kendati tak merinci nama daerahnya, Wahidin menyebut ada dua daerah di Jabar yang angka prevalensi stunting sudah di bawah 14 persen.

Baca Juga:   Di Garut Selatan, Denmark dan Pemprov Jabar Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin 1.600 MW

Namun ada juga empat daerah yang angkanya mencapai 30 persen. “Disparitas antarkabupaten/kota masih cukup lebar artinya di satu sisi sudah baik namun ada juga yang masing cukup tinggi,” katanya.

Untuk itu, lanjut Wahidin, diperlukan sosialisasi masif terkait Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN Pasti) di Jabar. Sosialisasi ini bertujuan mendapatkan komitmen dari para kepala daerah dan jajarannya dalam upaya penurunan stunting.

Adapun sosialisasi RAN Pasti yang dihadiri 27 kepala daerah se-Jabar dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jabar yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *