Jawa Barat

Ombudsman Jabar Soroti Kurang Optimalnya Layanan Pendaftaran SPMB 2025, Ini Sarannya

×

Ombudsman Jabar Soroti Kurang Optimalnya Layanan Pendaftaran SPMB 2025, Ini Sarannya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

GOSIPGARUT.ID — Ketua ombudsman Jawa Barat Dan Satriana turut menyoroti soal kurang optimalnya layanan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, jenjang SMA dan SMK.

Dimana terdapat laporan, bila proses SPMB 2025 sempat mengalami kendala teknis pada hari pertama dan kedua pembukaan pendaftaran.

“Sampai hari ketiga, ada dua hal yang kami catat. Pertama tadi, ada kesulitan bagi orang tua untuk memasukkan data-data dan mendaftar anaknya secara daring,” ujar Dan Satriana, Minggu 15 Juni 2025.

Maka dari itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memperbaiki sistem dan menyiapkan bantuan di sekolah, supaya tidak menimbulkan kekhawatiran orangtua terhadap pendidikan anaknya.

“Yang kedua, sampai hari ketiga, informasi tentang pendaftaran itu belum bisa dilihat. Informasi pendaftar belum bisa dilihat. Padahal informasi itu menjadi penting bagi orangtua atau pendaftar, untuk mempertimbangkan peluang mereka untuk diterima di salah satu atau beberapa SMA-SMK pilihannya,” ucapnya.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Janjikan 10 Sepeda Motor Baru dan Bangun Lagi Rumah Makan yang Dibakar

Masalah ini, lanjut Dan, sudah sangat sering terjadi setiap tahun. Meski dapat dimaklumi, karena keterbatasan kemampuan aplikasi dan tingginya animo pendaftar.

Namun menurutnya dapat diantisipasi, supaya kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun. Maka dari itu, dia menyarankan pola pendaftaran dapat diubah.

“Untuk itu yang perlu diperbaiki, menurut saya, terutama yang jangka dekat adalah tahap kedua, adalah membuat sistem antrian dan kuota per hari. Jadi orang tua kalau mendaftar, dia bisa melihat apakah di hari tersebut sudah penuh kuotanya, sehingga dia bisa mendaftar di hari berikutnya,” kata Dan.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Dukung Swasembada Pangan Lewat Penanaman Padi di Lahan Aset Negara

“Dengan demikian, maka beban kepada aplikasi tidak terlalu melonjak pada hari-hari tertentu dan orangtua bisa mempunyai kepastian, kapan dia bisa mendaftar dan pasti bisa sesuai dengan kuota di aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Sebab dia menilai, dengan adanya kuota harian dapat mencegah gangguan pendaftaran SPMB akibat lonjakan akses. Terlebih diperkirakan pada tahun ini ada sekitar 700 ribuan siswa yang akan masuk ke SMA dan SMK.

“Ini bisa diterapkan menurut saya. Tadi untuk mengurangi lonjakan pada hari-hari tertentu, yang membuat orangtua bekerja keras, juga membuat pelaksana harus mengeluarkan waktu dan tenaga lebih banyak lagi,” ucapnya.

Baca Juga:   Agustus Puncak Musim Kemarau, BPBD Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Kekeringan

Seperti diketahui, pendaftaran SPMB 2025 dibuka sejak 12-16 Juni 2025. Total ada sekitar 700 ribuan lulusan SMP yang akan mendaftar. Sementara sisi lain, SMA, SMK dan SLB negeri di Jabar hanya mampu menampung 322 ribu siswa.

Pada SPMB 2025 ini, dialokasikan untuk jalur domisili 35 persen, mutasi 5 persen, afirmasi 30 persen dan ini dilaksanakan pada tahap pertama. Sedangkan sisanya, 30 persen akan dimaksimalkan pada tahap dua untuk jalur prestasi, untuk sekolah negeri. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *