Berita

Wakil Bupati Garut Manfaatkan Media Sosial di Tengah 142 Desa Masih Tertinggal Akses Internet

×

Wakil Bupati Garut Manfaatkan Media Sosial di Tengah 142 Desa Masih Tertinggal Akses Internet

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, disebut telah memanfaatkan media sosial sebagai alat publikasi dan sosialisasi. Ia menggunakan media sosial bukan hanya untuk menyampaikan program kerja, tetapi juga untuk memastikan masyarakat memahami arah dan kebijakan yang diambil pemerintahan Abdusy Syakur Amin — Putri Karlina.

“Langkah ini bukan sekadar berbagi informasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melek transparansi dan keterbukaan dalam pemerintahan. Dengan demikian, media sosial menjadi sarana membangun kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Syakur Amin — Putri Karlina,” ujar pengamat kebijakan dan informasi strategis, Galih F.Qurbany, Rabu (2/4/2025).

Menurut dia, Wabup Putri Karlina paham betul bahwa komunikasi publik harus menjangkau masyarakat seluas mungkin. Dengan lebih dari 2,7 juta penduduk Garut, media sosial menjadi alat ampuh untuk membangun relasi langsung dengan rakyat.

Baca Juga:   Putri Karlina Bertekad Kembangkan Talaga yang Dulu Banyak Dikunjungi Orang Eropa Ini Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Tapi, apakah semua warga Garut bisa mengakses media sosial? Apakah digitalisasi komunikasi politik cukup untuk menyelesaikan persoalan di daerah ini?

Faktanya, tambah Galih, Garut masih menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur digital. Ada sekitar 142 desa di Garut yang masih tertinggal dari akses internet. Ini bukan angka main-main, karena artinya masih ada ratusan ribu warga yang tidak bisa ikut serta dalam interaksi digital.

Baca Juga:   Bikin KTP Berbelit-belit, Paslon Syakur-Putri Berkomitmen Bersihkan Pemerintahan dari Korupsi dan Pungli

“Jika media sosial jadi satu-satunya kanal komunikasi pemimpin daerah, maka sebagian rakyat Garut akan tetap terpinggirkan. Inilah dilema modernisasi komunikasi politik: antara digitalisasi dan realitas akses di lapangan,” kata dia.

Namun meski begitu, sambung Galih, di era digital, komunikasi politik bukan lagi soal pidato megah di podium atau safari kampanye dari desa ke desa. Sekarang, medan pertarungan utama berada di media sosial. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *