Berita

Tiga Warga Kecewa dengan Pelayanan Paspor Simpatik yang Digelar Kementerian Imipas di Garut, Apa Pasalnya?

×

Tiga Warga Kecewa dengan Pelayanan Paspor Simpatik yang Digelar Kementerian Imipas di Garut, Apa Pasalnya?

Sebarkan artikel ini
Tiga warga yang kecewa dengan Pelayanan Paspor Simpatik yang digelar Kementerian Imipas di Garut, pada Minggu (19/1/2025).

GOSIPGARUT.ID — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia menggelar Pelayanan Paspor Simpatik di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Minggu (19/01/25). Pelayanan Paspor Simpatik ini digelar dalam rangka Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-75 Tahun 2025, dengan dua pelayanan utama yaitu pembuatan paspor baru dan perpanjangan paspor lama.

Namun di hari yang seharusnya penuh harapan itu, tiga warga Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, merasakan kekecewaan mendalam terkait proses pembuatan paspor untuk rencana perjalanan umroh. Mereka adalah Asep Saepudin dan dua rekannya, yang telah mengatur waktunya untuk mengurus paspor di kantor imigrasi. Namun, harapan mereka kandas karena kuota pembuatan paspor yang terbatas.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, pihak imigrasi hanya menyediakan jumlah kuota terbatas untuk setiap harinya,” ujar Asep.

Baca Juga:   Feng Shui pada Interior Kantor: Mitos atau Fakta dalam Menyokong Kesuksesan Bisnis?

Padahal pada hari itu, mereka telah tiba di Pendopo pada pukul 10.00 WIB dengan niat untuk mengurus pembuatan paspor. Mereka diberitahu oleh petugas imigrasi bahwa kuota antrian untuk hari tersebut telah habis. Kekecewaan mereka semakin mendalam karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau pengumuman yang jelas mengenai kuota yang terbatas.

“Saya mengurus paspor untuk kepentingan ibadah umroh bersama kedua rekan saya. Kami sangat kecewa padahal kami datang dengan harapan tinggi untuk segera melengkapi persyaratan administratif, namun kenyataan yang dihadapi sungguh berbeda,” sesal Asep.

Baca Juga:   Buronan Pencuri Sepeda Motor di Garut Tertangkap, Yamaha Mio Dijual Murah Seharga Rp900 Ribu

Meskipun sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mereka hanya bisa menerima kenyataan pahit ini karena ketidakjelasan terkait kuota dan prosedur yang berlaku.

Tentu saja, kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh mereka, tetapi juga oleh banyak masyarakat lainnya yang mengandalkan layanan imigrasi untuk keperluan perjalanan.

Hal ini memunculkan keresahan terkait kurangnya informasi yang disampaikan kepada publik mengenai pembatasan kuota paspor di kantor imigrasi setempat.

Baca Juga:   Beda dari Sebelumnya, Perayaan HUT ke-79 RI di Garut Akan Diisi Pemberian Makan pada 300 Siswa Sekolah

“Sebagai layanan publik, penting bagi pihak imigrasi untuk lebih transparan dan memberikan pengumuman yang lebih jelas mengenai kuota antrian, serta kemungkinan adanya jadwal khusus atau alternatif untuk mengatasi antrian yang terlalu banyak,” pungkas Asep. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *