GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Cecep Supriadi, disebut-sebut telah menjatuhkan talak kepada istrinya, Endang, lewat apalikasi watsapp. Namun Cecep membantah tudingan yang dilontarkan kelompok Emak-emak Menggugat pada pesan berantai yang disebarkan melalui aplikasi watsapp itu.
“Saya klarifikasi ya… Bukan lewat Watsapp, tetapi lewat pernyataan tertulis,” kata Cecep Supriadi, saat dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID apakah benar dirinya telah menjatuhkan talak kepada istrinya lewat Watsapp sebagaimana disebutkan dalam surat berantai kelompok Emak-emak Menggugat, Minggu (22/9/2024).
Menurut Cecep, ketika dirinya sedang berada di Cirebon, ia menitipkan surat pernyataan talak untuk istrinya kepada salah seorang kerabatnya bahwa sejak saat itu Cecep sudak menyatakan cerai berumahtangga dengan istrinya, yang bernama Endang.
“Saya sudah bulat untuk menceraikan istri saya. Ini pun saya sedang membereskan kelengkapan proses penceraian,” ujar Cecep Supriadi.
Diberitakan sebelumnya, muncul pesan berantai lewat aplikasi Watsapp yang isinya mengajak warga Desa Cisewu untuk menurunkan Cecep Supriadi dari jabatan kepala desa (kades) karena dianggap telah melakukan hal tidak baik menyangkut etika dan moral. Salah satunya menjatuhkan talak kepada istri melalui Watsapp.
Selain itu, dalam surat berantai dari kelompok yang mengatasnamakan Emak-emak Menggugat tersebut, dikatakan bahwa Cecep Supriadi dianggap berkinerja tidak baik, cacat etika dan moral pejabat, dan melanggar hak perlindungan perempuan dan anak.
Cecep Supriadi juga dituding telah membuat surat cerai sepihak, mengganti ketua Tim Penggerak PKK Desa Cisewu tidak melalui pengangkatan yang syah, dan menelantarkan anak dan istri di daerah orang lain.
Dalam pesan berantai itu pun kelompok yang mengatasnamakan Emak-emak Menggugat/Bicara memberikan sinyal bahwa mereka akan membuat agenda pengumpulan massa dalam rangka menurunkan Cecep Supriadi dari jabatannya tersebut.
Tidak kurang dari 100 orang emak-emak berdaster yang masih mempunyai nurani untuk empati atas ketertindasan sama sama perempuan oleh oknum laki-laki yang tidak bertanggung jawab, diestimasi akan hadir dalam pengumpulan massa yang belum jelas kapan waktunya itu.
Merespon terkait rencana berkumpulnya para emak-emak Desa Cisewu untuk menuntut mundur dirinya dari jabatan Kades Cisewu, Cecep Supriadi mengaku tak bisa memberikan jawaban kepada media karena yang layak menjawab perihal pengumpulan massa emak-emak itu adalah pihak yang mempunyai rencana atau agenda.
“Silahkan tanyakan kepada pihak yang mau mendemo, saya tidak bisa memberikan jawaban,” ujar Cecep saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (22/9/2024). ***



.png)











