Berita

75 Siswa GIS Prima Insani Diwisuda, Pemkab Garut Apresiasi Metode Cahayaku Permudah Hafalan Alquran

×

75 Siswa GIS Prima Insani Diwisuda, Pemkab Garut Apresiasi Metode Cahayaku Permudah Hafalan Alquran

Sebarkan artikel ini
Acara Wisuda Tahfidz melalui Metode Cahayaku Angkatan 1, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (21/05/2024). (Foto: Anggana Mulia Karsa)

GOSIPGARUT.ID — Yayasan Pendidikan Prima Insani Garut mengadakan acara Wisuda Tahfidz Angkatan 1 dengan menggunakan Metode Cahayaku pada Selasa (21/05/2024), berlangsung di Gedung Pendopo Garut.

Wisuda diikuti 75 siswa dari kelas 2 hingga kelas 6 SD Garut Islamic School (GIS) Prima Insani. Para siswa yang diwisuda telah menyelesaikan hafalan juz 30, juz 29, atau juz lainnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, memberikan apresiasi kepada Yayasan Prima Insani dan berterima kasih atas kontribusinya dalam membantu Pemkab Garut menyebarkan pemahaman tentang Alquran.

Baca Juga:   Untuk Berdayakan 22 Ribuan UKM di Garut, Langkah Ini yang Diambil Pemkab dan Mercy Corps Indonesia

Ia berharap Metode Cahayaku yang diterapkan oleh Yayasan Prima Insani dapat diadopsi di tempat lain, sehingga pembelajaran Alquran dapat tersebar luas di seluruh Kabupaten Garut. Bambang menekankan bahwa visi Kabupaten Garut yang salah satunya adalah “Bertaqwa” dapat diwujudkan melalui pembelajaran Alquran.

“Kami mengapresiasi bahwa Prima Insani telah menyelenggarakan metode Cahayaku yang digagas untuk lebih mempermudah bagaimana teknik menghafal Alquran, karena sesungguhnya di usia-usia seperti ini, tentu akan lebih mudah untuk menghafal Alquran,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Berkomitmen untuk Bersinergi dengan PKL dalam Upaya Penataan Perkotaan

Bambang juga mengapresiasi para orang tua yang mendukung anak-anak mereka dalam memahami dan menghafal Alquran, serta menekankan pentingnya pendidikan agama yang terus dilakukan sepanjang hayat.

“Pendidikan agama itu tidak mengenal batas waktu, harus terus dilakukan, baik oleh orang tua maupun oleh individu masing-masing ketika sudha dewasa, dan memiliki anak keturunan kemudian hari,” ucapnya.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *