Berita

Pemkab Garut Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman, Alokasi 117 Ribu Ton Siap Penuhi Kebutuhan Petani

×

Pemkab Garut Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman, Alokasi 117 Ribu Ton Siap Penuhi Kebutuhan Petani

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan berkoordinasi dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) wilayah Jawa Barat dan pelaku usaha distribusi pupuk di Kabupaten Garut guna memastikan pasokan pupuk, terutama urea dan pupuk organik, tetap tersedia hingga ke tingkat petani.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani tetap aman sepanjang 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin berkoordinasi dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) wilayah Jawa Barat dan pelaku usaha distribusi pupuk di Kabupaten Garut guna memastikan pasokan pupuk, terutama urea dan pupuk organik, tetap tersedia hingga ke tingkat petani.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan kebutuhan petani dapat terpenuhi.

“Kami ingin memastikan ketersediaan pupuk, baik urea maupun pupuk organik, agar kebutuhan petani dapat terpenuhi. Pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil pertanian,” ujar Syakur.

Menurut dia, komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Garut, PT Pusri, serta jaringan distributor selama ini berjalan baik. Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di berbagai wilayah Kabupaten Garut.

Selain memastikan ketersediaan stok, Syakur juga mengingatkan bahwa pupuk bersubsidi merupakan bantuan pemerintah yang harus disalurkan secara tepat sasaran. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani yang berhak.

Baca Juga:   130 Karyawan Korban PHK Mendapat Tunjangan dari Pemkab Garut

“Karena ini merupakan pupuk bersubsidi, tentu harus ada pengawasan dari semua pihak, baik masyarakat, lembaga sosial, maupun aparat penegak hukum. Tujuannya agar bantuan pemerintah benar-benar dirasakan langsung oleh para petani,” katanya.

Pemkab Garut berharap sinergi antara pemerintah, produsen, distributor, hingga seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

Sementara itu, PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut selama 2026 berada dalam kondisi aman. Perusahaan mencatat alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Garut mencapai sekitar 117 ribu ton, dengan proses penyaluran yang berjalan lancar melalui seluruh jaringan distribusi resmi.

Manajer Penjualan PT Pupuk Indonesia wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Majalengka, Kuningan, dan Pangandaran, Tengku Reza Pratama, mengatakan stok pupuk urea maupun NPK di kios atau pengecer resmi tetap tersedia sehingga kebutuhan petani dapat dipenuhi.

Baca Juga:   Garut Raih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

“Alhamdulillah, dari total alokasi sekitar 117 ribu ton pada tahun 2026 tidak ada kendala yang berarti. Penyaluran kami laksanakan di seluruh lini distribusi, dan kami memastikan stok pupuk urea maupun NPK di kios atau pengecer resmi tetap tersedia,” ujarnya.

Reza menjelaskan, PT Pupuk Indonesia juga terus mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah. Sosialisasi kepada jaringan distributor dan kios resmi dilakukan secara berkala agar tidak terjadi pelanggaran dalam penjualan pupuk bersubsidi.

Ia menambahkan, apabila terdapat biaya tambahan untuk pengiriman pupuk ke rumah atau lahan petani, biaya tersebut berada di luar harga pupuk bersubsidi dan bukan merupakan bagian dari HET.

Menurut Reza, persoalan yang masih ditemui di lapangan bukan terkait kelangkaan pupuk, melainkan masih adanya petani yang belum dapat menebus pupuk bersubsidi karena belum tercatat dalam sistem elektronik pemerintah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten maupun kecamatan agar petani yang belum terdaftar bisa segera dimasukkan ke sistem saat portal pendaftaran kembali dibuka. Dengan demikian mereka dapat memperoleh haknya untuk membeli pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Segera Perbaiki Sistem Pelayanan Ambulans Gratis

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, sekitar 254 ribu petani di Kabupaten Garut telah terdaftar dalam sistem registrasi penerima pupuk bersubsidi. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menghitung kebutuhan pupuk di masing-masing wilayah.

Di sisi lain, penggunaan pupuk organik masih menjadi tantangan. Dari alokasi sekitar 600 ton pupuk organik, realisasi penyerapannya baru mencapai sekitar 10 persen. Kondisi tersebut mendorong PT Pupuk Indonesia untuk terus melakukan edukasi kepada petani mengenai manfaat pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Kami terus turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada petani bahwa pupuk organik juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lahan pertanian,” pungkas Reza. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *